Botol Bekas Jadi Tabungan Pendidikan, Inovasi SDN 1 Gedompol Masuk Top 10 Pacitan
Program tersebut menjadi cara sekolah membiasakan siswa menabung sejak dini. Setiap hari, anak-anak menyisihkan sisa uang saku untuk dimasukkan ke bumbung tabungan berbahan botol bekas.
PACITAN – Botol plastik bekas di tangan siswa SDN 1 Gedompol Kabupaten Pacitan, tak lagi berakhir menjadi sampah.
Melalui inovasi Tabungan Siswa Masa Depan Jaya atau Bus Mapan Jaya, sekolah di Kecamatan Donorojo itu menyulap barang bekas menjadi media tabungan pendidikan yang kini masuk jajaran Top 10 Pacitan Innovation Award 2025.
Program tersebut menjadi cara sekolah membiasakan siswa menabung sejak dini. Setiap hari, anak-anak menyisihkan sisa uang saku untuk dimasukkan ke bumbung tabungan berbahan botol bekas yang telah dimodifikasi dan ditempatkan di lingkungan sekolah.
Kepala SDN 1 Gedompol, Nariyanto, mengatakan program itu lahir dari kebutuhan membangun karakter siswa sekaligus membantu meringankan biaya pendidikan di masa depan.
“Melalui Bus Mapan Jaya, kami ingin membentuk karakter generasi muda yang hemat, cermat, dan mandiri secara finansial. Dengan media sederhana dari botol bekas, anak-anak belajar menyisihkan sisa uang saku mereka sejak dini,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
"Tabungan ini akan terus berjalan hingga mereka lulus kelas 6, sehingga hasilnya nanti bisa langsung digunakan untuk biaya pendidikan tanpa harus merepotkan orang tua," imbuh Nariyanto.
Tak sekadar menabung, program tersebut juga menjadi sarana pendidikan karakter di sekolah. Siswa didorong membangun kebiasaan hidup hemat, belajar disiplin, sekaligus memahami pengelolaan keuangan sederhana.
Guru juga melihat perubahan perilaku siswa setelah program berjalan. Anak-anak mulai terbiasa menghitung hasil tabungan, mengelola uang saku, hingga memahami pentingnya menyisihkan uang untuk kebutuhan jangka panjang.
Inovasi ini pun mendapat pengakuan di tingkat daerah setelah berhasil masuk Top 10 Pacitan Innovation Award 2025. Penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa program sederhana berbasis lingkungan bisa memberi dampak nyata bagi pendidikan.
Selain mengajarkan literasi keuangan, pemanfaatan botol plastik bekas juga menjadi bagian edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Barang yang sebelumnya dianggap tak bernilai kini diubah menjadi media belajar yang bermanfaat.
Bagi SDN 1 Gedompol, inovasi Bus Mapan Jaya disiapkan sebagai langkah kecil membentuk generasi yang lebih mandiri, terencana, dan siap menghadapi kebutuhan pendidikan di masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.