Delapan Kecamatan di Pacitan Tertinggal dari Rerata TKA, Kesenjangan Pendidikan Menganga
Hanya ada empat kecamatan yang mampu melampaui rata-rata daerah, yakni Kecamatan Pacitan, Punung, Arjosari dan Ngadirojo. Sementara delapan kecamatan lain masih tertinggal.
PACITAN – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun Ajaran 2025/2026 mengungkap kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah di Kabupaten Pacitan masih cukup lebar.
Dari 12 kecamatan yang mengikuti pemetaan, sebanyak delapan kecamatan tercatat berada di bawah rata-rata nilai kabupaten yang mencapai 54,59.
Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan merilis, hanya ada empat kecamatan yang mampu melampaui rata-rata daerah, yakni Kecamatan Pacitan, Punung, Arjosari dan Ngadirojo. Sementara delapan kecamatan lainnya masih tertinggal.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, mengatakan hasil TKA menjadi instrumen penting untuk memetakan capaian belajar siswa sekaligus mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“TKA bukan sekadar angka, tetapi merupakan cerminan usaha, semangat, dan langkah nyata kita menuju masa depan pendidikan yang lebih baik,” kata Khemal saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).
"Ini adalah instrumen penting untuk memetakan capaian belajar sekaligus menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di Kabupaten Pacitan," sambungnya.
Berdasarkan hasil nilai gabungan Bahasa Indonesia dan Matematika, Kecamatan Pacitan menempati posisi tertinggi dengan skor 59,87. Disusul Punung (55,40), Arjosari (55,15), dan Ngadirojo (55,07).
Adapun delapan kecamatan yang masih berada di bawah rerata kabupaten yakni Tulakan (54,27), Kebonagung (54,19), Donorojo (54,16), Sudimoro (53,56), Pringkuku (53,29), Tegalombo (52,26), Bandar (51,34), dan Nawangan (51,30).
Jika dilihat dari rentang nilai tertinggi dan terendah, terdapat selisih mencapai 8,57 poin antara Kecamatan Pacitan dan Nawangan. Angka tersebut menjadi gambaran adanya disparitas capaian akademik siswa antarwilayah di Pacitan.
Tak hanya pada nilai gabungan, pola serupa juga terlihat pada hasil per mata pelajaran.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, rata-rata Kabupaten Pacitan mencapai 63,20, sedikit di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 63,54. Kecamatan Pacitan kembali jadi yang tertinggi dengan nilai 69,97, sedangkan Nawangan berada di posisi terbawah dengan nilai 58,96.
Sementara pada mata pelajaran Matematika, tantangan yang dihadapi terlihat lebih besar. Nilai rata-rata Kabupaten Pacitan hanya 45,97, masih tertinggal dari rata-rata Jawa Timur yang mencapai 47,62.
Kecamatan Pacitan kembali memimpin dengan skor 49,77, sedangkan nilai terendah tercatat di Kecamatan Bandar sebesar 43,45.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan pemerataan mutu pendidikan di Pacitan tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik secara umum, tetapi juga menyangkut kemampuan dasar siswa, terutama pada aspek numerasi.
Dari keseluruhan hasil TKA, hanya empat kecamatan yang konsisten berada di atas rata-rata kabupaten pada seluruh kategori penilaian, baik nilai gabungan, Bahasa Indonesia, maupun Matematika.
Sebaliknya, delapan kecamatan lainnya masih menghadapi tantangan untuk mengejar ketertinggalan.
Khemal menegaskan hasil pemetaan ini akan menjadi dasar evaluasi dalam penyusunan program peningkatan mutu pendidikan ke depan.
Menurut dia, upaya memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, guru, pemerintah daerah hingga orang tua siswa.
Melalui hasil TKA ini, Dinas Pendidikan berharap strategi peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan lebih terarah sehingga kesenjangan capaian pendidikan antar kecamatan di Pacitan dapat terus diperkecil. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.