23 Tahun Mengabdi, Guru Favorit SDN 2 Kalikuning Pacitan Muhammad Hatta Resmi Purnatugas
Guru senior SDN 2 Kalikuning Pacitan, Muhammad Hatta, purnatugas usai 23 tahun mengabdi. Dikenal disiplin dan humanis, ia titip pesan: didik anak dengan hati.
PACITAN – SDN 2 Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, kehilangan salah satu guru seniornya. Setelah mengabdi selama 23 tahun di dunia pendidikan, Muhammad Hatta resmi memasuki masa purna tugas mulai 1 Juni 2026. Namun, bagi sosok yang dikenal dekat dengan siswa itu, pengabdian sebagai pendidik tidak berhenti meski tugas formal telah usai.
Kepergian Muhammad Hatta dari ruang kelas meninggalkan kesan mendalam bagi lingkungan sekolah. Selama puluhan tahun, ia dikenal bukan hanya sebagai pengajar, melainkan figur teladan yang membentuk karakter siswa melalui perpaduan ketegasan, kedisiplinan, dan pendekatan humanis dalam belajar.
Di mata banyak siswa, Hatta merupakan sosok guru favorit. Cara mengajarnya dinilai mampu mencairkan suasana kelas melalui humor-humor ringan, namun tetap menjaga disiplin dan tanggung jawab belajar. Karakter itu pula yang membuat kehadirannya begitu melekat di lingkungan sekolah.
Rekan sejawatnya, Untung, menilai Muhammad Hatta sebagai figur disiplin yang sulit dicari penggantinya. Menurut dia, keteladanan Hatta terlihat dari konsistensinya menjalankan tugas selama bertahun-tahun.
“Beliau adalah cerminan disiplin yang sesungguhnya. Selama bertahun-tahun saya menjadi rekan kerjanya, hampir tidak pernah saya melihat beliau datang terlambat. Keteladanan itulah yang membuat kami semua segan dan terinspirasi,” ungkap Untung, Senin (25/5/2026).
Menjelang akhir masa tugasnya, Muhammad Hatta mengaku banyak kenangan yang tersimpan di balik ruang-ruang kelas tempat ia mengabdi. Baginya, menjadi guru bukan semata pekerjaan, melainkan panggilan hidup yang memberi makna.
Ditemui di sela hari terakhir bertugas, ia tampak menahan haru saat mengenang perjalanan panjangnya mendampingi anak-anak belajar dan tumbuh.
“Selama 23 tahun ini, kesan terdalam saya adalah saat melihat binar mata siswa yang awalnya tidak mengerti menjadi paham. Itu adalah ‘gaji’ batin yang tak ternilai harganya,” tutur Hatta, Senin (25/5/2026).
Kepada para guru muda, ia menitipkan pesan agar pendidikan dijalankan dengan hati, bukan sekadar rutinitas pekerjaan. Menurutnya, kedisiplinan akan lebih mudah diterima siswa ketika dibangun melalui kasih sayang.
“Pesan saya untuk rekan-rekan pendidik muda, didiklah anak-anak dengan hati. Jika kita mengajar dengan cinta, maka disiplin dan ketegasan akan diterima siswa sebagai bentuk kasih sayang, bukan tekanan,” lanjutnya.
Meski memasuki masa purnatugas, Hatta menegaskan dirinya tidak benar-benar berhenti menjadi pendidik. Ia menyebut masa pensiun hanyalah perpindahan ruang pengabdian.
“Saya mungkin berhenti mengajar secara formal, tapi jiwa saya tetap seorang pendidik. Saya akan terus berbagi ilmu di masyarakat sampai akhir hayat,” ujarnya.
Kepala SDN 2 Kalikuning, Sutrisno, mengaku kehilangan atas purnatugas Muhammad Hatta. Keduanya diketahui telah lama bersama, bahkan sejak masih berstatus tenaga honorer.
Menurut Sutrisno, Hatta merupakan sosok pekerja keras yang tetap rendah hati di tengah pengabdiannya selama ini. Keteladanan itu, kata dia, menjadi warisan penting bagi sekolah.
“Pak Hatta adalah rekan seperjuangan saya sejak kami masih sama-sama berstatus pegawai honorer. Beliau tetap sosok yang sama; rendah hati dan pekerja keras. Kehilangan beliau di sekolah ini tentu meninggalkan lubang besar, namun semangat pengabdiannya telah mendarah daging pada kami yang ditinggalkan,” ujar Sutrisno.
Bagi SDN 2 Kalikuning, purnatugas Muhammad Hatta bukan sekadar perpisahan dengan seorang guru senior. Sosoknya meninggalkan jejak panjang tentang arti dedikasi, kedisiplinan, dan pengabdian di dunia pendidikan. Bel sekolah mungkin tak lagi memanggilnya masuk kelas, tetapi nilai-nilai yang ia tanamkan dipastikan terus hidup di hati para murid dan rekan sejawatnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.