TIMES PACITAN, PACITAN – Setiap pagi, SMPN 2 Kebonagung Pacitan memulai kegiatan belajar dengan senam bersama dan pembiasaan keagamaan. Rutinitas ini dijalankan sebagai upaya menyiapkan siswa agar siap belajar, baik secara fisik maupun mental.
Program pembiasaan harian tersebut dilaksanakan terjadwal sebelum pelajaran dimulai. Seluruh siswa mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat di halaman sekolah, dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna, surat-surat pendek, dan doa bersama.
Menurut Wali Kelas IX, Ira Retnani, senam pagi bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bagian dari strategi sekolah menjaga fokus dan semangat belajar siswa.
“Dengan senam yang teratur, anak-anak lebih segar dan siap menerima pelajaran di kelas,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Usai aktivitas fisik, suasana sekolah berubah lebih tenang. Siswa dipandu melantunkan Asmaul Husna, membaca surat pendek, dan doa sebelum belajar. Pembiasaan ini dilakukan serentak dan dipantau langsung oleh wali kelas.

Guru Pendidikan Agama Islam, Muhammad Yasin, menyebut pembiasaan spiritual pagi sebagai bentuk olah jiwa yang berdampak nyata pada sikap siswa.
“Kami melihat siswa lebih tenang, lebih santun, dan konsentrasinya meningkat. Ini bukan sekadar membaca, tapi menanamkan nilai,” jelasnya.
Keberlangsungan program ini ditopang oleh koordinasi antara Bidang Kesiswaan dan para wali kelas. Kesiswaan memastikan jadwal berjalan tertib, sementara wali kelas mendampingi langsung siswa di lapangan.
Koordinator Kesiswaan, Langgeng Setiyawan, menegaskan bahwa tujuan utama pembiasaan ini adalah pembentukan karakter.
“Kami ingin anak-anak sehat jasmani, kuat rohani, dan disiplin. Ini investasi jangka panjang,” katanya.
Melalui kombinasi senam pagi dan pembiasaan keagamaan yang konsisten, SMPN 2 Kebonagung Pacitan berupaya menciptakan lingkungan belajar yang sederhana, tertib, dan berdampak langsung bagi kesiapan belajar siswa. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |