TIMES PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan terus mendorong lahirnya generasi muda berjiwa wirausaha melalui berbagai agenda kolaboratif. Salah satunya lewat Milenial Market Fest (MMF) 2026 bertajuk “Ignite Your Hustle: Kreatif, Koneksi dan Kolaborasi” yang digelar selama dua hari, Rabu–Kamis (4–5/2/2026), di Halaman PLUT KUMKM Pacitan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan. Ratusan pengunjung memadati area kegiatan sejak hari pertama untuk menyaksikan beragam produk kreatif, pertunjukan, hingga edukasi kewirausahaan.
Berbagai agenda dihadirkan dalam MMF 2026. Mulai dari bazar UMKM dan SMK, baking demo, workshop, peragaan busana, lomba booth, hingga hiburan rakyat. Acara ini juga melibatkan komunitas ekonomi kreatif, lembaga keuangan, serta dunia usaha.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kabupaten Pacitan, Joko Supriyadi, menegaskan bahwa seluruh SMK negeri di Pacitan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Ketua MKKS SMK Joko Supriyadi bersama Ketua Dekranasda Pacitan Evi Suraningsih. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
“SMK negeri se-Kabupaten Pacitan ikut berpartisipasi dalam kegiatan menyambut hari jadi ke-281 Pacitan, dalam rangka memberi ruang generasi muda, khususnya para siswa, untuk berekspresi dalam MMF yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian,” ujar Joko, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, MMF menjadi wadah strategis untuk menampilkan hasil karya siswa yang selama ini ditempa di sekolah. Melalui stand-stand pameran, para pelajar memamerkan produk kriya, busana, kuliner, hingga teknologi.
“Ini menunjukkan bahwa SMK siap menghadapi masa depan Indonesia 2045, di mana banyak sekali hasil karya melalui stand yang ditampilkan para siswa,” lanjutnya.
Joko juga mengapresiasi dedikasi para guru yang dinilainya berhasil membentuk karakter kreatif dan mandiri pada siswa.
“Semuanya memberi bukti bahwa para guru dalam mendidik para siswa itu luar biasa. Terbukti, hasilnya ini sangat dinikmati oleh para pengunjung,” katanya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Pacitan yang telah membuka ruang kolaborasi bagi dunia pendidikan vokasi.
“Terima kasih Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Pacitan yang telah memberikan ruang untuk kami mengembangkan diri dalam kewirausahaan,” ujarnya.
Prestasi siswa SMK Pacitan, lanjut Joko, tidak hanya berhenti di tingkat daerah. Banyak siswa yang sukses meraih juara hingga level nasional, bahkan mewakili Indonesia di ajang internasional.
“Guru kami sudah inovatif. Terbukti anak-anak kami dalam kompetisi, mulai kabupaten, provinsi, hingga nasional itu sering juara, bahkan mewakili Indonesia,” tegasnya.
Ia menilai, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia Pacitan tidak kalah dibanding daerah perkotaan.
“Ini membuktikan bahwa meskipun lahir dari Pacitan, tidak kalah dengan kota,” imbuhnya.
Fashion Show SMKN warnai MMF 2026 di Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Ke depan, MKKS Pacitan juga menyiapkan program pengembangan potensi seni dan budaya. Program tersebut akan difasilitasi balai besar seni budaya melalui kerja sama dengan 23 dunia kerja.
“Sebagai agenda ke depan, MKKS Pacitan menyiapkan keberangkatan sekolah-sekolah yang akan difasilitasi balai besar seni budaya, bekerja sama dengan 23 pekerjaan, untuk membuat kurikulum pengembangan potensi seni budaya di Kabupaten Pacitan,” jelasnya.
Selain itu, Joko menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi lulusan SMK.
“Pemerintah daerah harus memberikan lapangan pekerjaan. Karena memang potensi SMK itu sudah siap bekerja. Mulai kriya, fashion, tata busana, hingga TKJ. Selama tiga tahun mereka digembleng,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemkab Pacitan membuka industri garmen untuk menampung lulusan jurusan tata busana yang setiap tahun terus bertambah.
“Kami berharap Pemkab Pacitan membuka garmen. Karena setiap tahun lulusan tata busana luar biasa di Pacitan. Apalagi bidang agraris ini banyak sektor agro pertanian yang digarap SMK. Itu memerlukan ruang agar anak-anak punya wadah dan menjadi lulusan mandiri,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, Ali Mustofa, menjelaskan bahwa MMF 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi menggelar Millennial Market Fest 2026 pada 4–5 Februari 2026 yang dipusatkan di Halaman PLUT KUMKM Pacitan. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong lahirnya generasi muda berjiwa wirausaha sekaligus memperkuat daya saing UMKM daerah,” jelas Ali.
Tema Ignite Your Hustle, menurutnya, mengandung pesan agar generasi muda berani berinovasi, membangun jejaring, dan menjalin kerja sama produktif.
“Melalui event ini, Pemkab Pacitan menghadirkan berbagai kegiatan promosi, edukasi, dan inovasi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, satuan pendidikan, lembaga jasa keuangan, komunitas, serta masyarakat,” katanya.
Rangkaian kegiatan MMF 2026 juga mencakup pelatihan digital marketing, literasi keuangan oleh OJK Kediri, orasi produk SMK, hingga baking demo bersama PT Sriboga.
“Selain bazar, juga ada literasi keuangan, pelatihan, serta penguatan kapasitas pelaku usaha kuliner,” imbuhnya.
Tercatat, kegiatan ini diikuti oleh 10 SMK, 15 UMKM, dan 7 komunitas ekonomi kreatif. Puluhan hingga ratusan peserta turut ambil bagian dalam berbagai agenda pendukung.
Dari sisi pembiayaan, MMF 2026 didukung APBD Kabupaten Pacitan serta sejumlah mitra, antara lain Bank Jatim, Bank UMKM Jatim, BPJS Ketenagakerjaan, PT Sriboga, dan sponsor lainnya.
Ali berharap, kegiatan ini mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Panitia berharap MMF 2026 dapat memberi manfaat nyata dalam menumbuhkan wirausaha muda, memperluas akses dan literasi keuangan, memperkuat jejaring pemasaran, serta meningkatkan daya saing UMKM Pacitan secara berkelanjutan,” harapnya.
Jamu Instan SMKN Bandar Tembus Pasar Nasional
Dalam kesempatan itu, Kepala SMKN Bandar, Edy Raharjo, menyebut sekolahnya berpartisipasi menampilkan produk yang berbeda dibanding sekolah lain.
“Sekolah kami memamerkan bazar yang berbeda dengan sekolah lainnya,” kata Edy.
Menurutnya, SMKN Bandar berada di kawasan sentra pertanian empon-empon. Potensi tersebut dimaksimalkan menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Sekolah kami berada di kawasan sentra pertanian empon-empon. Maka dari itu kami memaksimalkan hasil pertanian tersebut diolah menjadi nilai jual tinggi, dibuat jamu instan,” jelasnya.
Produk jamu instan hasil karya siswa bahkan telah menembus pasar nasional. “Alhamdulillah jamu instan produk kami sudah tembus pasar nasional,” ungkapnya.
Edy berharap, melalui pameran MMF 2026, jangkauan pasar produk siswa semakin luas.
“Mudah-mudahan dengan pameran ini, nanti konsumen akan merambah lebih luas, sehingga produksi lebih maju,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa arah pengembangan SMK saat ini memang difokuskan pada penguatan produk unggulan.
“Seperti disampaikan direktorat, bahwa SMK itu harus menjadi sekolah yang punya produk. Ini kami rintis sedikit demi sedikit, semoga nanti bisa merambah pasar internasional,” katanya.
Produk jamu instan tersebut merupakan hasil karya siswa jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
“Ini produk dari jurusan APHP, agrobisnis pengolahan hasil pertanian. Jadi kami memaksimalkan potensi lingkungan sekolah,” tambahnya.
Menurut Edy, respons masyarakat terhadap produk SMKN Bandar sangat positif, khususnya para orang tua siswa.
“Respon masyarakat, terutama yang punya anak atau siswa di SMKN Bandar, sangat positif. Lulusan kami banyak yang bisa membuat produk. Intinya, mereka bisa berwirausaha sejak masih sekolah,” tandasnya. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Bambang H Irwanto |