Libur Lebaran Tak Harus ke Pantai, Ini 7 Wisata Spesial yang Wajib Coba di Pacitan
Kota 1001 Goa ini punya banyak pilihan destinasi selain garis pantai selatan yang terkenal, mulai dari wisata gua, susur sungai hingga bukit dengan panorama kota dan laut sekaligus.
PACITAN – Kabupaten Pacitan tidak hanya soal pantai. Saat libur Lebaran 2026, wisatawan yang datang ke Kota 1001 Goa ini punya banyak pilihan destinasi selain garis pantai selatan yang terkenal.
Mulai dari wisata gua kelas Asia Tenggara, susur sungai yang dijuluki 'Amazon-nya Jawa Timur' hingga bukit dengan panorama kota dan laut sekaligus.
Selama ini Pacitan memang identik dengan Pantai Klayar, Pantai Srau, atau Pantai Watu Karung.
Namun di balik itu, wilayah di ujung selatan Jawa Timur tersebut menyimpan banyak destinasi lain yang tidak kalah menarik. Beberapa bahkan menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kebanyakan tempat di Jawa.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba suasana baru selama libur Lebaran, setidaknya ada tujuh destinasi anti-mainstream yang patut dipertimbangkan.
1. Goa Gong
Goa ini kerap disebut sebagai salah satu gua terindah di Asia Tenggara. Begitu memasuki lorongnya, pengunjung langsung disambut formasi stalaktit dan stalagmit besar yang berkilau menyerupai kristal.
Nama Goa Gong sendiri berasal dari sebuah batu yang jika dipukul mengeluarkan bunyi menyerupai instrumen gamelan Jawa.
Lorong gua memiliki panjang sekitar 256 meter. Suasana di dalamnya lembap dan relatif dingin. Penerangan lampu warna-warni dipasang untuk membantu pengunjung menikmati ornamen batu kapur yang terbentuk selama jutaan tahun.
Pengunjung biasanya juga menggunakan jasa pemandu lokal agar lebih aman sekaligus mengetahui cerita di balik formasi batu yang ada.
Lokasi: Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan
Jam buka: 07.00–17.00 WIB
HTM: sekitar Rp20.000
2. Goa Tabuhan
Tidak jauh dari Goa Gong terdapat Goa Tabuhan. Karakter gua ini mirip, sama-sama memiliki stalaktit dan stalagmit yang menarik. Namun ada satu keunikan yang membuatnya berbeda.
Beberapa batu di dalam gua dapat menghasilkan bunyi seperti alat musik ketika diketuk. Suaranya menyerupai tabuhan gamelan.
Fenomena akustik alami inilah yang membuat Goa Tabuhan terkenal. Dalam kesempatan tertentu, seniman lokal bahkan memainkan musik dengan memanfaatkan batu-batu tersebut sebagai instrumen alami.
Lokasi: Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan
Jam buka: 07.00–17.00 WIB
HTM: sekitar Rp10.000
3. Goa Luweng Jaran
Bagi pencinta petualangan, Goa Luweng Jaran menawarkan pengalaman berbeda. Gua ini dikenal sebagai salah satu gua vertikal terdalam di Indonesia.
Akses menuju bagian dalam tidak bisa dilakukan sembarangan. Wisatawan harus didampingi pemandu profesional serta menggunakan perlengkapan keselamatan standar kegiatan caving.
Di dalamnya terdapat sungai bawah tanah, lorong gelap, serta formasi batu yang masih sangat alami. Destinasi ini lebih cocok bagi traveler yang mencari wisata beradrenalin tinggi.
4. Sungai Maron, Amazon-nya Jawa Timur
Sungai Maron menjadi salah satu ikon wisata Pacitan selain pantai. Tempat ini kerap dijuluki The Amazon of Java karena suasana susur sungainya yang mirip hutan tropis.
Wisatawan dapat menyewa perahu untuk menyusuri sungai sekitar 45 menit hingga ke muara Pantai Ngiroboyo. Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi pemandangan vegetasi hijau rimbun di kedua sisi sungai.
Air yang tenang dengan warna kehijauan membuat suasana terasa lebih sejuk. Tidak sedikit pengunjung yang datang khusus untuk berfoto di jalur sungai tersebut.
Lokasi: Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan
Jam buka: 07.00–17.00 WIB
HTM: Rp5.000–Rp10.000 (belum termasuk sewa perahu)
5. Sentono Gentong
Sentono Gentong menjadi spot favorit untuk menikmati panorama Pacitan dari ketinggian. Dari bukit ini pengunjung dapat melihat pemandangan tiga arah sekaligus: kota Pacitan, Teluk Pacitan, dan deretan perbukitan kapur.
Tempat ini paling ramai menjelang matahari terbenam. Sunset di Sentono Gentong dikenal cukup dramatis karena latarnya langsung menghadap ke laut selatan.
Selain panorama alam, kawasan ini juga memiliki nilai historis. Di area tersebut terdapat makam kuno yang diyakini sebagai petilasan tokoh spiritual masa lampau.
Lokasi: Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku
Jam buka: 24 jam
HTM: Rp5.000–Rp10.000
6. Gunung Lanang
Gunung Lanang sebenarnya lebih mirip bukit batu yang menonjol di antara perbukitan lain. Namun dari puncaknya, panorama yang terlihat cukup luas.
Pengunjung dapat menyaksikan laut selatan, perbukitan hijau, hingga hamparan sawah dari satu titik pandang.
Tempat ini cukup populer di kalangan anak muda yang gemar berkemah. Banyak yang datang untuk menikmati sunrise dengan latar laut terbuka.
7. Museum Song Terus
Selain wisata alam, Pacitan juga memiliki situs arkeologi penting. Salah satunya Museum Song Terus yang menyimpan berbagai temuan dari Goa Song Terus.
Koleksinya berupa artefak, fosil, serta peralatan yang diduga digunakan manusia prasejarah. Museum ini menjadi tempat edukasi untuk memahami sejarah kehidupan manusia purba di kawasan Pacitan.
Lokasi: Desa Wareng, Kecamatan Punung
Jam buka: 08.00–16.00 WIB (Selasa–Minggu)
HTM: sekitar Rp15.000 atau gratis pada waktu tertentu
Pacitan selama ini memang dikenal karena pantainya. Namun keberadaan gua, sungai, bukit, hingga situs prasejarah membuat pilihan wisatanya jauh lebih beragam.
Dari Goa Gong dan Goa Tabuhan yang terkenal hingga Sungai Maron dan Sentono Gentong, semuanya itu menandai bahwa Pacitan menyimpan banyak destinasi selain pantai.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman berbeda saat libur Lebaran 2026, tempat-tempat tersebut layak masuk daftar kunjungan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.