Balas Dendam Makan Saat Lebaran, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Pencernaan
TIMES Pacitan/Dokter syifa ingatkan risiko gangguan pencernaan akibat euforia makan saat lebaran. (FOTO: Freepik)

Balas Dendam Makan Saat Lebaran, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Pencernaan

Perayaan Lebaran identik dengan beragam hidangan khas yang menggugah selera, mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering. Namun, di balik suasana penuh kebersamaan dan silaturahmi.

TIMES Pacitan,Senin 23 Maret 2026, 00:28 WIB
7.9K
M
Miranda Lailatul Fitria (MG)

MALANGPerayaan Lebaran identik dengan beragam hidangan khas yang menggugah selera, mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering. Namun, di balik suasana penuh kebersamaan dan silaturahmi, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga pola makan agar tidak berlebihan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Saluran Cerna dan Hati Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Dr. dr. Syifa Mustika, Sp.PD., K-GEH menjelaskan selama bulan Ramadan tubuh telah beradaptasi dengan pola makan yang berbeda dari biasanya. Jika pada hari-hari biasa seseorang makan tiga kali sehari, selama Ramadan pola makan umumnya berubah menjadi dua kali waktu utama, yakni saat sahur dan berbuka puasa.

“Selama satu bulan tubuh beradaptasi dengan pola makan yang lebih teratur. Ketika memasuki Lebaran, banyak orang mengalami euforia makanan karena kembali tersedia berbagai hidangan khas yang jarang dikonsumsi sehari-hari,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (9/3/2026). 

Menurutnya, tradisi silaturahmi dari rumah ke rumah juga membuat seseorang cenderung makan berkali-kali dalam waktu singkat. Kondisi tersebut kerap membuat kontrol porsi menjadi lebih sulit.

Padahal, tubuh yang sudah terbiasa dengan pola makan selama Ramadan bisa mengalami gangguan jika tiba-tiba menerima asupan makanan dalam jumlah besar, terutama yang tinggi lemak.

“Jika tubuh yang selama sebulan beradaptasi dengan pola makan tertentu tiba-tiba menerima porsi besar dan tinggi lemak, beberapa keluhan bisa muncul,” imbuhnya.

Keluhan yang sering dirasakan antara lain perut kembung, mual, nyeri ulu hati, hingga gangguan pencernaan. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat memperburuk penyakit tertentu yang sebelumnya sudah dimiliki.

Beberapa di antaranya adalah Gastroesophageal Reflux Disease dan Dispepsia, yang kerap kambuh ketika seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan atau terlalu berlemak.

Selain gangguan pencernaan, makan berlebihan saat Lebaran juga berpotensi memicu masalah kesehatan lain. Dokter Syifa menyebutkan bahwa pola makan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kenaikan kadar kolesterol, kekambuhan penyakit lambung, hingga lonjakan gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

Ia menjelaskan, perubahan pola makan yang terjadi secara tiba-tiba dapat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Ketika tubuh beralih dari pola makan teratur ke konsumsi makanan berlebihan, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri.

Perubahan tersebut dapat berdampak pada metabolisme energi, kadar gula darah, serta respons hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap mengontrol porsi makan selama perayaan Lebaran. Mengonsumsi makanan secara bertahap, memperbanyak air putih, serta menyeimbangkan makanan dengan buah dan sayur dapat membantu tubuh tetap nyaman meski menikmati hidangan khas lebaran.

“Lebaran tetap bisa dinikmati dengan berbagai hidangan, tetapi sebaiknya tetap bijak dalam mengatur porsi makan agar kesehatan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Miranda Lailatul Fitria (MG)
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.