Menatap Purna Tugas, Budi Harisantoso di Simpang Mimbar, Infrastruktur dan Bisik Politik Pacitan
Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Ir. Budi Harisantoso saat menyampaikan nanti setelah pensiun dari ASN (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)

Menatap Purna Tugas, Budi Harisantoso di Simpang Mimbar, Infrastruktur dan Bisik Politik Pacitan

Di balik kesederhanaan ucapannya, Budi telah menimbang dengan matang kemana langkahnya akan diayunkan seusai tak lagi berseragam cokelat ASN.

TIMES Pacitan,Senin 31 Agustus 2026, 15:26 WIB
142
R
Rojihan

PACITANHitung mundur purna tugas itu kini menyisakan angka lima bulan.

Per 1 Februari 2027 mendatang, Ir. Budi Harisantoso resmi mengakhiri masa pengabdiannya selama hampir 30 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

Jabatan Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan yang kini diembannya menjadi muara dari perjalanan panjang di jalur birokrasi teknis.

Namun, bagi pria yang mengalir dalam nadirnya darah Kanjeng Jimat Bupati Pacitan ke-3, pensiun bukanlah titik henti, melainkan awal dari perubahan "baju" pengabdian.

"Alhamdulillah, terhitung 1 Februari 2027 saya sudah purna. Tinggal lima bulan lagi dari sekarang," ujar Budi saat ditemui pada penghujung Agustus 2026. "Kembali ke masyarakat, menjadi warga biasa, dan menikmati hidup apa adanya. Belum ada rencana yang terlalu muluk,"katanya. Senin (31/8/2026).

Di balik kesederhanaan ucapannya, Budi telah menimbang dengan matang kemana langkahnya akan diayunkan seusai tak lagi berseragam cokelat ASN.

Meniti Jalan Syiar di Usia Senja

Di antara beberapa opsi masa depan, kata hatinya menuntun kuat ke arena keagamaan.

Budi tak berminat berbelok ke dunia bisnis konstruksi atau perdagangan, sektor yang sejatinya berkelindan erat dengan latar belakang profesionalnya. Panggilannya kini lebih bersifat transendental.

"Nurani saya ingin mendalami dan menekuni bidang keagamaan. Syiar agama," tuturnya.

Menurut Budi, pertambahan usia membawanya pada kesadaran mendalam akan orientasi hidup akhirat. "Sisa umur ini makin mendekati usia Nabi. Tentunya harus mempersiapkan bekal sebaik-baiknya. Waktu kita tidak banyak."ucap, Budi.

Meski berniat melangkah di mimbar dakwah, Budi yang juga sepupu Bupati Pacitan Alm. G Soedibyo memilih bersikap tawaduk.

Ia enggan menepuk dada sebagai ahli agama. Landasan syiar yang akan diusungnya tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadis, seraya terus menimba ilmu dari para ulama dan kiai.

"Kalau syiar agama ya semampu saya, sesuai bekal pengetahuan yang didapat. Kita selalu berguru kepada para ulama dan ustaz yang lebih ahli. Istilahnya saya ini hanya er-erok (ikut serta menyampaikan), tapi bukan berarti tanpa landasan," ungkapnya.

Jaga Warisan Keterampilan: Pengamat Infrastruktur

Meski niat utamanya tertuju pada syiar keagamaan, Budi memahami betul bahwa pengalaman tiga dekade melintasi bentang infrastruktur Jawa Timur khususnya wilayah Pacitan adalah aset publik yang sayang jika dibiarkan menguap begitu saja.

Pengalamannya mengurusi urat nadi jalan dan jembatan membentuk intuisinya teknisnya. Ia berencana tetap mendedikasikan kepakarannya sebagai pengamat maupun konsultan independen di bidang infrastruktur.

"Karena latar belakang saya infrastruktur, paling tidak saya bisa memberikan kontribusi masukan kepada Dinas PU Bina Marga Jatim maupun di wilayah Kabupaten Pacitan. Mungkin juga menjadi narasumber jika diperlukan," jelas Budi.

Pria Jebolan S2 Teknik di ITS ini, membagikan ilmu teknis memiliki nilai spiritual yang tak kalah tinggi dibanding ceramah agama.

"Entah itu ilmu agama atau ilmu teknis seperti infrastruktur, tujuannya sama: memberi manfaat dan kemaslahatan bagi banyak orang. Itu salah satu bentuk amal saleh."jelasnya.

Bayang-bayang Trah Kanjeng Jimat dan Pintu Politik

Tentu, ruang publik Pacitan tak sepenuhnya melihat Budi sekadar sebagai birokrat teknis yang menua.

Statusnya sebagai generasi ketujuh trah Kanjeng Jimat (Kerandah Demah Kurantil) memberi bobot tersendiri pada figur kepemimpinannya. Di tengah riak politik lokal, nama Budi tak jarang masuk dalam bursa selentingan tokoh potensial.

Menanggapi desas-desus dan dorongan terjun ke dunia politik pasca-pensiun, Budi memilih bersikap dingin namun realistis. Ia tidak memburu, tapi juga tidak menutup rapat pintu takdir.

"Kalau selentingan atau wacana tawaran masuk politik, ya pernah ada,"Budi terus terang.

"Tapi kalau tentang 'dunia persilatan' politik, saya kembalikan kepada takdir Allah. Saya tidak punya ambisi."kata, Budi.

Pandangan politiknya dibingkai dalam filosofi fleksibilitas pengabdian. Menurutnya, panggung politik tak ubahnya salah satu variasi "seragam" dalam berbuat baik kepada sesama.

"Amal saleh itu bisa pakai berbagai baju. Baju PNS, baju petani, baju pedagang, atau baju lainnya. Yang penting niatnya memberi manfaat dan berbuat baik selain ibadah vertikal."paparnya.

"Setelah purna nanti, kita tidak tahu baju amal saleh mana yang akan saya pakai. Selama kita bisa berbuat kebaikan dengan baju itu, tentu akan kita upayakan," imbuh Budi.

Di penghujung masa dinasnya, Budi Harisantoso melangkah tenang.

Antara kepasrahan seorang calon pendakwah, kecermatan seorang insinyur jalan, dan potensi melangkah ke arena publik yang lebih luas, ia menyerahkan seluruh muara perjalanannya pada garis takdir. (*)


Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rojihan
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.