Usia 73 Tahun Masih Produktif, Ini Rahasia Sehat Seniman Pacitan Pranoto Ahmad Radji
Usia 73 tahun tak membuat seniman yang menetap di Kabupaten Pacitan, Pranoto Ahmad Radji melambat. Ia rutin melukis dan membuka kelas gambar.
PACITAN – Usia 73 tahun tak membuat Pranoto Ahmad Radji melambat. Seniman yang kini menetap di Pacitan itu masih rutin melukis dan membuka kelas gambar tiap Minggu. Baginya, kunci tetap sehat dan produktif bukan sekadar fisik, tetapi pikiran yang positif dan hati yang lapang.
Pranoto dikenal sebagai pelukis yang konsisten berkarya sejak muda. Lahir di Sragen, Jawa Tengah, ia telah menempuh perjalanan panjang di dunia seni. Sebelum tinggal di Pacitan, ia menghabiskan sekitar 45 tahun hidup dan berkarya di Bali.
Kini, di usianya yang tak lagi muda, aktivitasnya tetap terjaga. Setiap Minggu pukul 10.00 hingga sekitar pukul 13.00–14.00 WIB, ia membuka sesi latihan menggambar di rumahnya.
Siapa pun boleh datang untukbelajar, berbagi, atau sekadar menikmati suasana kreatif. Rumahnya bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang tumbuh bersama.
Menurut Pranoto, kesehatan sangat dipengaruhi cara seseorang mengelola pikiran.
“Kesehatan saya itu termasuk berpikir positif. Pikiran negatif, rasa benci, sebaiknya dijauhkan. Lebih baik kita pelihara rasa senang dan rasa cinta,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Ia meyakini pikiran yang keruh akan berdampak pada tubuh. Sebaliknya, pikiran yang tenang membantu menjaga aliran energi dan kondisi fisik tetap stabil. Karena itu, ia juga menekankan pentingnya mencintai pekerjaan.
“Ada dua pilihan. Kerjakan apa yang kamu cintai, atau cintai apa yang kamu kerjakan. Banyak orang hanya mengejar uang tapi tidak suka pekerjaannya. Itu melelahkan, bukan cuma badan tapi juga pikiran,” katanya.
Dalam proses berkarya, ia tak menampik adanya rasa lelah. Namun, lelah menurutnya bagian dari ritme hidup.
“Lelah fisik pasti ada. Lelah rasa juga ada. Yang penting tahu kapan berhenti, kapan istirahat. Semua ada waktunya,” jelasnya.
Ia mengibaratkan hidup seperti siklus kerja dan libur. Terlalu dipaksakan tidak baik, terlalu lama diam juga bukan pilihan. Keseimbangan menjadi kunci agar tubuh dan pikiran tetap terjaga.
Bagi Pranoto, hidup adalah soal kesadaran memilih sikap. Alam menyediakan banyak kemungkinan, tetapi manusialah yang menentukan bagaimana merawat dirinya sendiri.
Semangat, rasa syukur, dan pikiran positif itulah yang membuatnya tetap aktif di usia 73 tahun. "Jaga pikiran, cintai proses, dan jangan berhenti berkarya, berapa pun usia Anda," pesannya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.
