Pemkab Pacitan Mulai Kebut Proyek Jalan Lingkungan yang Sempat Melambat
Dari 169 paket pekerjaan, sebanyak 60 paket telah memasuki tahap penetapan pemenang, sedangkan lima paket lainnya sudah masuk tahap pelaksanaan fisik konstruksi.
PACITAN – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan di Kabupaten Pacitan mulai dikebut setelah sebelumnya berjalan lambat.
Hingga Rabu, 19 Agustus 2026, sebanyak 169 dari total 292 paket pekerjaan telah ditayangkan dalam proses pengadaan Pemerintah Kabupaten Pacitan (Pemkab Pacitan).
Jumlah itu setara sekitar 58 persen dari seluruh paket yang dibiayai APBD Kabupaten Pacitan 2026.
Dari 169 paket tersebut, sebanyak 60 paket telah memasuki tahap penetapan pemenang, sedangkan lima paket lainnya sudah masuk tahap pelaksanaan fisik konstruksi.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Pacitan, Heru Tunggul Widodo, mengatakan proses pengadaan terus berjalan sesuai jadwal yang telah disusun.
“Sesuai schedule atau rencana kegiatan sampai saat ini terus berprogres untuk penyelesaian proses pengadaan, sedangkan yang telah penetapan pemenang atau berkontrak pada proses pelaksanaan fisik konstruksi,” kata Heru, Rabu, (19/8/2026).
Menurut dia, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mengejar keterlambatan proyek jalan lingkungan. Sebelumnya, hingga 5 Agustus 2026, baru 99 paket atau sekitar 34 persen yang mulai dikerjakan di lapangan.
“Progres saat ini telah ditayangkan sejumlah 169 paket, telah penetapan pemenang 60 paket, sedangkan untuk pekerjaan yang telah P1 sejumlah 5 paket,” ujarnya.
Keterlambatan proyek sebelumnya antara lain dipengaruhi proses perencanaan yang harus menyesuaikan perubahan harga material.
Dokumen perencanaan baru rampung pada akhir Juni 2026 sehingga proses pengadaan melalui e-Katalog baru dimulai pada awal Juli.
Persoalan lain muncul dari keterbatasan sumber daya pejabat pengadaan. Pada awal proses, ratusan paket pekerjaan hanya ditangani seorang pejabat pengadaan.
Disperkimtan kemudian menambah dua pejabat pengadaan untuk mempercepat proses. Sejumlah paket dengan jenis pekerjaan serupa dan lokasi yang berdekatan juga dikonsolidasikan agar proses pengadaan lebih efektif.
Kini, dinas tersebut berupaya mendorong seluruh paket segera masuk tahap pekerjaan fisik. Setelah penetapan pemenang dan kontrak rampung, pekerjaan akan dilaksanakan sesuai karakteristik masing-masing proyek.
Heru mengatakan pekerjaan pengaspalan dan pemasangan paving block relatif lebih cepat dikerjakan.
Sementara pekerjaan rabat beton membutuhkan waktu lebih panjang karena beton harus menunggu hingga mencapai umur dan kekuatan yang dipersyaratkan.
Disperkimtan sebelumnya menargetkan seluruh proyek jalan lingkungan rampung pada November 2026.
Target itu menjadi tantangan karena sebagian paket baru memasuki proses pengadaan pada pertengahan tahun.
Percepatan tidak hanya diperlukan untuk mengejar pembangunan fisik. Lambannya pelaksanaan proyek juga berdampak pada penyerapan anggaran Disperkimtan.
Dari total pagu sekitar Rp36,57 miliar, realisasi belanja berdasarkan evaluasi sebelumnya baru sekitar Rp3,37 miliar atau 9,23 persen.
Heru memastikan proses pengadaan dan pekerjaan fisik akan terus dipantau agar pembangunan jalan lingkungan yang telah dianggarkan dapat diselesaikan sesuai target.
“Kami memastikan proses pengadaan dan pekerjaan fisik akan terus dipantau agar proyek jalan lingkungan yang telah dianggarkan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat Pacitan,” katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.