BGN Dalami Dugaan Keracunan MBG di Tegalombo Pacitan
Ilustrasi Siswa mengalami muntah (Foto: ilustrasi AI)

BGN Dalami Dugaan Keracunan MBG di Tegalombo Pacitan

Dugaan keracunan makanan dalam program MBG di Pacitan diusut. Sejumlah siswa SD mengalami mual dan muntah, penyebab masih menunggu hasil investigasi.

TIMES Pacitan,Sabtu 11 April 2026, 12:11 WIB
567
R
Rojihan

PACITANDugaan keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, mulai diusut.

Insiden yang menyebabkan sejumlah siswa sekolah dasar (SD) mengalami mual dan muntah itu kini dalam pendalaman lintas instansi.

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah SPPG, Listiana Asworo, menyatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian pada Jumat pagi, 10 April 2026.

Listiana menyebut kasus tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan ke dapur SPPG Kebondalem.

“Kami menerima informasi adanya kejadian di wilayah Tegalombo. Pagi itu juga kami langsung melakukan kroscek ke SPPG terkait,” ujar Listiana, Sabtu (11/4/2026).

Menurut dia, koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan serta dilaporkan ke Satuan Tugas MBG di tingkat pusat.

Namun hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi dari otoritas kesehatan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes dan melaporkan ke Satgas MBG. Saat ini kami menunggu hasil investigasi lebih lanjut,” katanya.

Listiana mengakui adanya laporan siswa yang mengalami mual dan muntah. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan sumber penyebab sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Ada laporan siswa mengalami mual dan muntah. Itu yang sedang kami dalami bersama Dinkes,” ujarnya.

Di tengah proses investigasi, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut.

Listiana menambahkan, evaluasi internal juga tengah dilakukan sembari melaporkan perkembangan kasus secara berjenjang kepada pimpinan.

“Kami mohon maaf atas kurangnya pelayanan. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” ucapnya.

Kasus ini kembali menyoroti aspek pengawasan dalam distribusi makanan massal pemerintah. Program yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak tersebut justru memicu kekhawatiran publik setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada penerimanya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rojihan
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.