Di Depan Pendekar Pagar Nusa, Gus Nasrul Beber Dua Kunci Kekuatan Iran Berdasar Al-Qur'an
Gus Nasrul saat menjadi pembicara pada acara halal bihalal PW Pagar Nusa Jateng. (FOTO: Pagar Nusa for TIMES Indonesia)

Di Depan Pendekar Pagar Nusa, Gus Nasrul Beber Dua Kunci Kekuatan Iran Berdasar Al-Qur'an

Gus Nasrul ungkap dua kunci kekuatan Iran: sabar hadapi ujian dan pantang putus asa. Nilai Qur’ani ini dinilai relevan untuk kebangkitan umat, pendidikan, dan organisasi seperti Pagar Nusa.

TIMES Pacitan,Kamis 23 April 2026, 13:00 WIB
549
Y
Yusuf Arifai

SEMARANGKetua Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (NU), Dr Nasrullah Afandi, Lc. M.,  yang akrab disapa Gus Nasrul, menyoroti kekuatan Iran dalam perspektif Al-Qur’an saat menghadiri acara halal bihalal PW Pagar Nusa Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Ia menegaskan, ada dua faktor utama yang menjadi fondasi kebangkitan Iran hingga disegani dunia.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, Dr Arief Rachman, M.Si, yang juga menjabat Bupati Blora, bersama para kiai dan pengurus cabang Pagar Nusa se-Jateng, perwakilan PWNU Jateng, Gus Anis(Tuan rumah) .

Gus Nasrul menyebut, kekuatan Iran tidak lepas dari nilai spiritual yang selaras dengan ajaran Al-Qur’an. Faktor pertama adalah kesabaran dalam menghadapi ujian.

“Pertama, ash-shabru ‘alal mushibah. Iran itu diembargo selama 45 tahun, tapi mereka sabar, diam. Namun di balik diamnya, mereka menyusun kekuatan. Ini sesuai ayat, innallaha ma‘ash-shabirin,” ujarnya, ditulis Kamis (23/4/2026)

Menurutnya, sikap sabar bukan berarti pasif. Justru dalam fase itu, Iran mempersiapkan generasi dan strategi untuk bangkit pada waktu yang tepat.

Faktor kedua adalah semangat bangkit dari kesulitan hidup dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.

“Yang kedua, an-nahdhah minal masyaqqati Dhurufi al-hayah. Jangan putus asa, wala tay’asu mir rauhillah. Dalam kondisi sulit, mereka tidak menyerah, tapi terus berusaha hingga menemukan titik kebangkitan,” jelasnya.

Ia menambahkan, prinsip tersebut relevan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun pengembangan organisasi seperti Pagar Nusa.

Gus Nasrul juga menekankan pentingnya tirakat dan kesungguhan dalam proses intelektual. Menurutnya, kondisi sulit justru dapat melahirkan ide-ide besar dan kecerdasan.

“Dalam tasawuf, justru dari kesusahan itu lahir kekuatan. Perut kosong, hidup prihatin, itu melatih kecerdasan dan daya juang,” katanya.

Ia mencontohkan Jepang yang mampu bangkit pasca kehancuran akibat bom atom, serta Iran yang tetap berkembang meski berada dalam tekanan embargo panjang.

Di akhir tausiah, Gus Nasrul mengajak kader Pagar Nusa mengambil hikmah dari fenomena tersebut.

“Intinya dua, sabar dalam ujian dan tidak putus asa. Dari situ akan lahir kekuatan besar,” pungkasnya.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.