ISPA di Pacitan Tembus 15 Ribu Kasus, DPRD Desak Pemetaan Epidemiologi hingga Desa
Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi bersama anggota. (Foto: DPRD for TIMES Indonesia)

ISPA di Pacitan Tembus 15 Ribu Kasus, DPRD Desak Pemetaan Epidemiologi hingga Desa

DPRD Pacitan mengingatkan bahwa persoalan penyebaran ISPA ini bukan sekadar krisis klinis musiman, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

TIMES Pacitan,Kamis 3 September 2026, 13:50 WIB
206
Y
Yusuf Arifai

PACITANLonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Pacitan memicu reaksi cepat dari parlemen daerah. 

Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera melakukan pemetaan epidemiologi secara menyeluruh hingga ke tingkat desa guna melokalisasi episentrum penyebaran penyakit.

"Hal yang paling krusial saat ini adalah melakukan pemetaan terhadap gejala-gejala penyakit di masyarakat, khususnya ISPA. Identifikasi ini mutlak agar kesehatan masyarakat bisa terjaga dengan baik, mengingat pemerintah daerah adalah pelayan publik," tegas Arif, Kamis (3/9/ 2026).

Arif mengingatkan bahwa persoalan penyebaran ISPA ini bukan sekadar krisis klinis musiman, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah. 

Kesehatan, menurutnya, adalah investasi dasar. Ketika masyarakat kecil jatuh sakit, produktivitas harian mereka otomatis terganggu, yang berujung pada menurunnya atau bahkan hilangnya pendapatan keluarga.

Guna menekan laju kasus, Arif mendesak adanya sinergi yang solid dan taktis antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). 

Ia meminta pemerintah daerah segera memaksimalkan keberadaan jejaring kader kesehatan sebagai ujung tombak pelacakan. 

"Kalau identifikasi dilakukan lebih awal melalui kader-kader di puskesmas dan desa, penanganannya akan jauh lebih mudah dan isu publik ini bisa diredam," imbuhnya.

Desakan dari pihak legislatif tersebut berakar pada rekam medis daerah yang mulai mengkhawatirkan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, membenarkan bahwa akumulasi warga yang terinfeksi ISPA hingga saat ini telah menyentuh angka 15.834 kasus. 

Belasan ribu pasien tersebut kini tersebar dan tercatat tengah mendapat penanganan di 24 puskesmas se-Kabupaten Pacitan.

Sebelumnya, Dinkes Pacitan mengklaim telah menginstruksikan mitigasi klinis dan komunal yang dititikberatkan pada kedisiplinan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Salah satu titik tekannya dengan mewajibkan pemakaian masker bagi warga yang telah terinfeksi dan mengedukasi penerapan etika batuk di ruang publik.

Sebagai langkah preventif tambahan di ranah domestik, Dinkes juga meminta warga rutin mencuci tangan dengan sabun, memperbaiki sirkulasi udara dengan membuka ventilasi rumah secara berkala, memperbanyak asupan air putih, menjaga pola istirahat yang cukup, serta segera mengonsumsi obat penurun panas manakala gejala awal mulai muncul. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.