Drop Tangki Air ke Petungsinarang, Cara Kemenag Pacitan Ubah Perayaan HAB Jadi Aksi Nyata
Melalui manuver ini, Kemenag Pacitan berupaya menggeser paradigma peringatan kelembagaan menjadi aksi riil yang menyentuh langsung denyut permasalahan di akar rumput.
PACITAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan bersama Penyuluh Agama KUA Bandar mengambil langkah taktis merespons tingginya kebutuhan air bersih masyarakat desa.
Alih-alih berfokus pada agenda seremonial semata, Kemenag Pacitan turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih ke Desa Petungsinarang, Kabupaten Pacitan, Kamis (10/9/2026).
Aksi kemanusiaan ini disalurkan secara strategis ke pusat kegiatan ibadah warga di dua wilayah berbeda, yakni kompleks Masjid Nurul Iman yang berlokasi di Dusun Pager Gunung, serta kompleks Masjid Nurul Ilmi di Dusun Ketro.
Kedatangan armada pasokan air ini memantik antusiasme warga. Jajaran perangkat desa mulai dari Kepala Dusun, takmir masjid, hingga para jemaah bahu-membahu menampung aliran air untuk menopang kebutuhan harian dan memastikan ketersediaan air wudu.
Lebih dari Sekadar Peringatan HAB ke-81
Bakti sosial ini digagas sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag RI ke-81.
Melalui manuver ini, Kemenag Pacitan berupaya menggeser paradigma peringatan kelembagaan menjadi aksi riil yang menyentuh langsung denyut permasalahan di akar rumput.
Mewakili masyarakat penerima manfaat, Modin Desa Petungsinarang, Suyanto, menyampaikan apresiasi atas kepekaan Kemenag dan jajaran penyuluh dalam melihat kondisi riil desa.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan atas bantuan penyaluran air bersih,” ungkap Suyanto saat menerima aliran air bersih tersebut secara simbolis.
"Semoga bantuan ini membawa berkah bagi seluruh masyarakat dan jemaah masjid," sambungnya.
Bagi warga Petungsinarang, pasokan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan penyangga utama kehidupan sehari-hari mengingat air bersih merupakan fondasi dasar sanitasi, konsumsi, dan kelancaran ibadah.
Kolaborasi lintas lini yang ditunjukkan Kemenag Pacitan dan KUA Bandar ini diharapkan mampu menjadi pemantik kepedulian sosial yang lebih luas.
Langkah ini sekaligus mengukuhkan pesan bahwa spirit bakti keagamaan sejatinya adalah kehadiran langsung yang membawa kebermanfaatan bagi masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.