Demi menghadiri Muktamar ke-34 NU Lampung, Syifaul Djanan (57) pria asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur nekat naik sepeda motor. ...
PACITAN – Demi menghadiri Muktamar ke-34 NU Lampung, Syifaul Djanan (57) pria asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur nekat naik sepeda motor.
Syifa mengaku perjalanan dari kelahirannya Pacitan hingga sampai ke tempat Muktamar ke-34 NU di Lampung memakan waktu sekitar 48 jam.

"Saya berangkat dari Pacitan hari Senin (20/12/2021) kemarin. Siangnya singgah di PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat dan bermalam di sana. Tadi dini hari pukul 02.00 WIB alhamdulillah tiba di lokasi Muktamar dan disambut teman-teman," katanya kepada TIMES Indonesia melalui telepon, Rabu (22/12/2021).
Syifa mengatakan, tujuan menempuh ribuan kilo perjalanan lintas Jawa-Sumatera, untuk menghormati Muktamar NU yang dilakukan setiap lima tahun sekali.
"Ya, karena hanya untuk menghormati Muktamar NU. Kan hanya lima tahun sekali. Alhamdulillah setiap Muktamar saya selalu naik sepeda motor," terangnya.
Pria yang juga Ketua Lazisnu Kabupaten Pacitan tersebut hanya menyatakan, apa yang ia lakukan bukan semata-mata agar mendapat pujian, namun meyakini para pendahulu yang telah berjuang mati-matian membesarkan NU.

"Bagi saya perjuangan para Kiai zaman dahulu untuk membesarkan NU harus berkorban harta dan nyawa mengabdikan diri demi bangsa dan negara. Makanya inspirasi itu tertanam dalam hati," jelasnya berapi-api.
Ia juga menilai, sekarang ini banyak kawula muda yang manja seperti kurang semangat dalam mengabdi di NU. Untuk itu perlu digenjot agar tumbuh militansi dalam jiwa.
"Selama masih diberi nafas oleh Allah SWT, jiwa raga ini ku abdikan untuk NU. Tidak usah menghiraukan orang yang kurang semangat. Semoga kita semua diridhoi," ujar Syifaul Djanan pria asal Desa Widoro, Kabupaten Pacitan yang nekat menghadiri Muktamar ke-34 NU di Lampung dengan mengendarai sepeda motor.
Sebagai informasi, perjalanan 48 jam dari Pacitan ke lokasi Muktamar NU ke-34 Lampung, Syifaul Djanan menghabiskan bahan bakar bensin empat tangki dengan total biaya Rp 260 ribu. Belum termasuk makan dan minum juga naik kapal di pelabuhan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


