Biar Ibadah Lebih Khusyuk, Yuk Pelajari Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri 2026
Meski sangat dianjurkan berjamaah di masjid atau lapangan, ibadah dua rakaat ini sebenarnya fleksibel karena tetap sah jika dilakukan secara mandiri (munfarid) di rumah.
JAKARTA – Shalat Idul Fitri menjadi ibadah yang paling dinantikan umat Islam saat Lebaran tiba.
Meski sangat dianjurkan berjamaah di masjid atau lapangan, ibadah dua rakaat ini sebenarnya fleksibel karena tetap sah jika dilakukan secara mandiri (munfarid) di rumah.
Berikut adalah panduan lengkap tata cara shalat Idul Fitri 2026, mulai dari niat hingga aturan khutbah, yang dirangkum dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi (salah satu pendiri NU) serta kitab al-Fiqh al-Manhajî:
Niat dan Persiapan
Shalat Id dimulai tanpa azan maupun iqamah. Cukup dengan seruan 'ash-shalâtu jâmi‘ah'. Untuk niat, hukum melafalkannya adalah sunnah, sementara yang wajib adalah memantapkan maksud dalam hati.
Lafal Niat:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak'ataini (ma'mûman/imâman) lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat Shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala."
Rakaat Pertama: Takbir 7 Kali
Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, disunnahkan melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Di sela-sela setiap takbir, Anda bisa membaca kalimat tasbih:
Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.
Usai takbir ketujuh, barulah membaca Al-Fatihah dan disarankan menyambungnya dengan surat Al-A'la sebelum lanjut ke ruku' dan sujud seperti shalat biasa.
Rakaat Kedua: Takbir 5 Kali
Saat berdiri untuk rakaat kedua, takbir tambahan dilakukan sebanyak lima kali. Bacaan di sela takbir tetap sama dengan rakaat pertama.
Setelah itu, baca Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghâsyiyah, kemudian selesaikan shalat hingga salam.
Catatan Penting: Takbir tambahan (7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua) hukumnya sunnah. Jika lupa, Shalat tetap dianggap sah.
Khutbah sebagai Pelengkap
Bagi yang berjamaah, jangan buru-buru beranjak usai salam. Jamaah sangat disarankan mendengarkan khutbah hingga selesai. Hal ini merujuk pada hadis riwayat Asy-Syafi’i:
السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس
“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.”
Khusus bagi khatib, khutbah pertama dibuka dengan sembilan kali takbir, sementara khutbah kedua dimulai dengan tujuh kali takbir.
Panduan Praktis Shalat Idul Fitri
1. Niat & Persiapan
Niat: Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak'ataini (ma'mûman/imâman) lillahi ta'ala.
Tanpa Azan/Iqamah: Cukup seruan "ash-shalâtu jâmi‘ah".
Hukum: Sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Boleh dikerjakan sendiri (munfarid) jika terlambat jamaah.
2. Rakaat Pertama
Takbiratul Ihram + Doa Iftitah.
Takbir Tambahan 7x: Di sela takbir baca: Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.
Surah: Al-Fatihah + Al-A’la (dianjurkan).
3. Rakaat Kedua
Takbir Tambahan 5x: Bacaan sela takbir sama dengan rakaat pertama.
Surah: Al-Fatihah + Al-Ghâsyiyah (dianjurkan).
Selesaikan: Ruku' hingga Salam seperti shalat biasa.
4. Khutbah (Jika Berjamaah)
Dengarkan khutbah hingga tuntas.
Penting: Lupa jumlah takbir tambahan (7x atau 5x) tidak membatalkan Shalat Idul Fitri karena hukumnya sunnah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

