PAD Wisata Pacitan Surplus, Tembus Rp4,7 Miliar hingga Mei 2026
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan, Munirul Ichwan, saat menjelaskan capaian PAD naik dua kali lipat dibanding periode yang sama pada tiga tahun terakhir. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

PAD Wisata Pacitan Surplus, Tembus Rp4,7 Miliar hingga Mei 2026

PAD sektor wisata Pacitan menembus Rp4,7 miliar hingga Mei 2026, hampir dua kali lipat dari tren sebelumnya. Pemkab dorong kolaborasi dan inovasi destinasi wisata.

TIMES Pacitan,Sabtu 23 Mei 2026, 18:15 WIB
2.3K
Y
Yusuf Arifai

PACITANPendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Pacitan hingga 20 Mei 2026 tercatat melampaui tren tahun-tahun sebelumnya. Realisasi pendapatan dari destinasi wisata Pacitan yang dikelola pemerintah daerah mencapai Rp4,796 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan, Munirul Ichwan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif dibanding periode yang sama pada tiga tahun terakhir.

“Kemarin mencapai empat miliar tujuh ratus sembilan puluh enam juta, dari sektor wisata yang dikelola oleh pemkab,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Munirul, pada periode yang sama di tahun 2023, 2024, dan 2025, pendapatan wisata biasanya berada di kisaran Rp2,7 miliar, meski saat itu juga bertepatan dengan momentum libur hari raya.

Dengan capaian hampir Rp4,8 miliar, pendapatan sektor wisata Pacitan tahun ini tercatat nyaris dua kali lipat dibanding tren sebelumnya.

Munirul menilai kenaikan tersebut dipengaruhi perbaikan tata kelola destinasi dan penguatan kerja sama di kawasan wisata.

“Alhamdulillah dengan tata kelola, komitmen teman-teman yang ada di kawasan dan sebagainya, kita membangkitkan semangat kerja tim. Ini ada peningkatan,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui pelaku wisata swasta masih menghadapi tantangan akibat penurunan jumlah wisatawan yang dipengaruhi situasi geopolitik global. 

Pengelola wisata, kata dia, kini dituntut lebih kreatif menciptakan kegiatan untuk menarik kunjungan.

Karena itu, pemerintah daerah mulai mendorong pola kolaborasi antara pengelola wisata pemerintah, swasta, dan desa wisata.

Munirul mencontohkan kawasan wisata seperti Watukarung, Srau, Kasap, hingga Sungai Cokel yang dinilai perlu dikelola secara terintegrasi agar mampu bersaing dengan destinasi di wilayah lain.

“Persaingan wisata sekarang dengan Gunungkidul ketat sekali, karakter destinasi wisatanya hampir sama. Kalau kita berdiam diri, tidak ada kreativitas, inovasi, dan kolaborasi, kita bisa tertinggal,” ujarnya.

Selain penguatan promosi dan pengelolaan kawasan, pihaknya juga mendorong aspek konservasi lingkungan. 

Pengelola kawasan wisata diminta menanam minimal 100 pohon setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan destinasi.

Hingga Mei 2026, realisasi PAD sektor wisata Pacitan disebut telah mencapai sekitar 44 persen dari total target tahunan. 

Angka tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 22 persen. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.