Khutbah Idul Fitri 1447 H: Ramadan di Era Distraksi Digital: Menjaga Diri, Menjaga Hati
Seorang manusia seharusnya menjaga waktunya dari hal yang tidak bermanfaat.
Khutbah I
JAKARTA – الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد
الحمد لله الذي هدانا للإيمان، ووفقنا للصيام والقيام، وجعل شهر رمضان موسمًا للرحمة والغفران، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ada satu hal yang semakin sulit dilakukan di zaman ini, yaitu diam.
Diam tanpa menyentuh ponsel. Duduk tanpa menggulir layar. Berpikir tanpa gangguan notifikasi. Kelihatannya sederhana. Tapi justru di situlah letak ujiannya.
Zaman digital membuat manusia sibuk. Bukan semata karena pekerjaan, tetapi karena terbiasa melihat orang lain sibuk. Ada yang mengunggah makanan, kita ikut lapar. Ada yang liburan, kita merasa kurang bahagia. Ada yang curhat, kita ikut menanggung emosi.
Tanpa terasa, waktu habis. Malam datang tiba-tiba. Yang tersisa hanya Lelah, pikiran penuh, tetapi kosong makna.
Padahal Allah telah mengingatkan melalui Alquran Surah Al-‘Ashr:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ...
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:
“Seandainya manusia merenungkan surat ini saja, niscaya sudah cukup bagi mereka. Karena inti kerugian manusia adalah menyia-nyiakan waktu.”
Jamaah Idulfitri yang dimuliakan Allah,
Ramadan mengajarkan kita menahan diri. Namun, ada satu nafsu yang sering luput, yakni nafsu melihat, membaca, dan merespons layar. Kita membuka media sosial tanpa sadar. Menggulir tanpa arah. Menyerap terlalu banyak hal yang tidak kita butuhkan.
Dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan:
الصوم ليس عن الطعام والشراب فقط، بل عن جميع ما يشغل القلب عن الله
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga dari segala hal yang melalaikan hati dari Allah. Inilah yang hari ini relevan, distraksi digital bisa melalaikan hati.
Banyak yang mengira media sosial adalah hiburan. Padahal sering kali, justru membuat hati gelisah. Kita membandingkan diri. Merasa kurang. Merasa tertinggal. Dalam Ta’limul Muta’allim, disebutkan:
ينبغي للإنسان أن يحفظ وقته عما لا ينفع
Seorang manusia seharusnya menjaga waktunya dari hal yang tidak bermanfaat
Ini bukan larangan teknologi. Tetapi peringatan agar tidak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan, seperti even yang mubah bisa merusak hati.
Jika kita mampu berpuasa dari makan dan minum lebih dari 12 jam,
mengapa tidak mencoba berpuasa dari media sosial?
Tidak harus ekstrem. Cukup mengurangi scroll tanpa tujuan, menghindari drama digital, dan membatasi informasi yang tidak perlu.
Pelan-pelan kita akan merasakan, hari terasa lebih Panjang, pikiran lebih ringan, dan hati jauh bisa lebih tenang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
ليس الشديد بالصرعة، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب
Kuat bukan yang menang fisik, tetapi yang mampu mengendalikan diri saat marah. (HR. Bukhari)
Dan hari ini, salah satu bentuk pengendalian diri Adalah mengendalikan interaksi kita dengan dunia digital.
Allah berfirman (QS. Al-Hujurat: 6)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا..
Di era sekarang, berita datang dalam hitungan detik. Namun tidak semuanya benar. Tidak semuanya penting. Sering kita ikut dalam perdebatan, tanpa manfaat, tanpa arah.
Dalam kitab Al-Hikam Ibnu ‘Athaillah disebutkan:
من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه
Termasuk baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya
Ma’asyiral muslimin,
Setelah Ramadan melatih kita. Kini Idulfitri adalah ujian apakah kita kembali, atau tetap menjaga diri?
Mari kita jadikan Ramadan sebagai titik balik. Bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan distraksi yang merusak hati.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم
Khutbah II
الله أكبر الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ.أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.
أيها المسلمون رحمكم الله، إن من أعظم نعم الله علينا: نعمة الوقت، ونعمة الصحة.
وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ. (رواه البخاري)
فكم من الأوقات تضيع في غير فائدة، وكم من الساعات تذهب في متابعة ما لا ينفع.
قال الإمام الغزالي :القلب مثل المرآة، فإذا كثرت الشواغل اسودّ
فاحفظوا قلوبكم، واحفظوا أوقاتكم، ولا تجعلوا الدنيا الرقمية تسرق أعماركم.
اللهم اجعلنا من الفائزين، ومن العائدين، ومن المقبولين.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ،
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ، اللهم تقبل منا صيامنا وقيامنا، واجعلنا من عتقائك من النار.
اللهم أصلح قلوبنا، وأعمالنا، وأوقاتنا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللّٰهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ. (*)
Oleh: Khoirul Anwar, pengurus LTN PBNU, Wakil Ketua PCNU Kota Malang, dan pengajar Media Technology di Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.