Pacitan Masuk Level Awas Kekeringan, BPBD Resmi Buka Kran Distribusi Air Bersih Hari Ini
Langkah tanggap darurat ini diambil setelah BMKG mengeluarkan rilis resmi yang menetapkan status kekeringan di Kabupaten Pacitan telah menginjak level Waspada hingga Awas.
PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan resmi mengetuk palu dimulainya penyaluran bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan mulai Rabu (5/8/2026).
Langkah tanggap darurat ini diambil setelah BMKG mengeluarkan rilis resmi yang menetapkan status kekeringan di Kabupaten Pacitan telah menginjak level Waspada hingga Awas.
Keputusan dimulainya penyaluran bantuan air bersih pada Rabu (5/8/2026) ini dikonfirmasi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko.
Ia menegaskan bahwa armada bantuan sudah siap bergerak mendistribusikan pasokan air ke titik-titik krisis. "Yang jelas, keputusan hari ini sudah mulai bisa droping (air)," tegas Erwin saat dikonfirmasi.
Sebelum armada resmi dari BPBD meluncur penuh hari ini, Erwin menyebutkan bahwa penanganan di lapangan sebenarnya sudah mencicil distribusi air bersih.
Hanya saja, pasokan awal tersebut murni bersumber dari uluran tangan pihak swasta dan komunitas. "Kalau pengiriman seingat saya sudah, yang dari bantuan pihak ketiga sudah dijalankan," lanjutnya.
Mengenai kondisi riil di lapangan, ancaman kekeringan tahun ini terbilang cukup masif. Setidaknya ada 96 dusun yang tersebar di 32 desa di Kabupaten Pacitan mulai menjerit akibat krisis air bersih.
Kendati puluhan desa sudah masuk zona merah krisis air, BPBD tidak bisa asal menggelontorkan bantuan armada tanki. Proses pemetaan dan validasi kebutuhan tetap dijalankan ketat agar bantuan tidak salah sasaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro, menjelaskan bahwa timnya masih terus merayap di lapangan untuk melakukan asesmen akhir.
Terlebih, beberapa wilayah terdampak sudah memiliki alternatif sumber air mandiri.
"Masih kita asesment. Satu desa sudah ada sumur bornya, seperti di Desa Mantren, Kecamatan Punung," ungkap Radite.
Dengan ditetapkannya status level Awas oleh BMKG dan dibukanya kran distribusi air bersih hari ini, BPBD Pacitan berharap pasokan air ke 96 dusun terdampak bisa segera merata dalam beberapa hari ke depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.