Yudisium 455 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan, Ketua: Masyarakat Tak Tanya Berapa IPK-mu
Ketua STKIP PGRI Pacitan Bakti Sutopo berpesan kepada 455 lulusan agar tak terpaku pada IPK. Integritas, kredibilitas, kinerja, sikap, dan kepedulian sosial menjadi bekal utama.
PACITAN – Ketua STKIP PGRI Pacitan Bakti Sutopo mengingatkan 455 lulusan tahun akademik 2025/2026 bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan instrumen ukur utama saat mereka terjun ke masyarakat.
Pesan ini ia tegaskan saat memimpin prosesi yudisium secara bauran (luring dan daring) di Student Hall kampus setempat, Kamis (27/8/2026) lalu.
Menurut Bakti, kualitas seorang sarjana sejati tidak sekadar tecermin pada deretan angka di atas lembar ijazah. Integritas dan kompas moral jauh lebih dibutuhkan di dunia kerja.
"Kelak di masyarakat, yang ditanyakan bukan lagi berapa IPK-mu, melainkan bagaimana kredibilitasmu, kinerjamu, dan attitude-mu. Jangan pernah berhenti belajar, jangan takut memulai dari bawah, dan tetap rawat kepedulian sosial kalian," kata Bakti dikutip, Selasa (1/9/2026).
Ia menuntut gelar akademik yang disandang para lulusan harus mewujud nyata dalam keseharian. Mulai dari cara berpikir, pola komunikasi, hingga kemampuan menyelesaikan masalah tanpa harus diawasi.
Pengukuhan kelulusan tahun ini dieksekusi dalam dua format. Sebanyak 386 mahasiswa hadir secara fisik di kampus, sementara 69 lainnya mengikuti prosesi via aplikasi Zoom.
Dari barisan peserta daring tersebut, 68 di antaranya merupakan mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang tersebar dari Aceh, Ngawi, hingga Pasuruan.
Mewakili rekan-rekannya, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dyah Ayu Razeka Asmarasanti, menyebut prosesi ini sebagai muara dari tempaan akademik dan mental selama empat tahun.
"Keringat, air mata, dan berbagai proses telah mewarnai perjalanan ini. Semoga gelar yang resmi tersemat ini dapat menjadi titik awal perjalanan baru untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi sekitar," tuturnya.
Arzeka turut menyoroti andil besar dosen dan staf kampus yang mengawal proses studi mereka dari nol.
Adapun total 455 yudisiawan STKIP PGRI Pacitan tahun ini disumbang oleh tujuh program studi.
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak, 250 peserta.
Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) ada 66 peserta.
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) sedikitnya 36 peserta.
Sementara Pendidikan Informatika (PI) diikuti 27 peserta.
Pendidikan Matematika (PM) ada 25 peserta, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) juga 25 peserta. Selain itu Pendidikan Sejarah (PS) sedikitnya 16 peserta. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.