Silaturahmi Dosen Luar Biasa Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan, Ini yang Dibahas
Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan gelar silaturahmi dengan dosen luar biasa via Zoom. Bahas teknis perkuliahan, team teaching, hingga wacana gelar muktamar profesor dan guru besar.
PACITAN – Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan menggelar silaturahmi dengan para dosen (muhadir) luar biasa melalui Zoom Meeting, Sabtu (21/2/2026) sore. Pertemuan ini membahas teknis perkuliahan, pola team teaching, hingga wacana menggelar muktamar profesor dan guru besar di lingkungan Ma’had Aly.
Silaturahmi tersebut dihadiri sejumlah akademisi dan ulama, di antaranya Nadirsyah Hosen, Marzuki Mustamar, Mustaqim, Izza, Ma'ruf Khozin, dan Abdul Mun'im. Turut hadir jajaran pengurus serta para muhadir Ma’had Aly At-Tarmasi.
Mudir Ma’had Aly At-Tarmasi, Luqman Al Hakim Harits Dimyathi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesediaan para profesor dan guru besar bergabung sebagai dosen luar biasa. Ia menilai forum semacam ini penting untuk menyamakan visi sekaligus mempererat jejaring keilmuan.
“Keilmuan panjenengan semua sangat sayang jika tidak diserap oleh Ma’had Aly. Para mahasantri dan santri senior membutuhkan sentuhan langsung dari para profesor dan ulama,” ujarnya.
Ia juga melempar gagasan agar ke depan Ma’had Aly dapat menjadi tuan rumah muktamar profesor dan guru besar.
Menurutnya, keberadaan Ma’had Aly yang telah memiliki payung hukum melalui Undang-Undang Pesantren menjadi pijakan kuat untuk pengembangan akademik yang lebih luas.

Diskusi berlangsung interaktif. Salah satu dosen luar biasa, Prof Nadirsyah Hosen, menanyakan teknis perkuliahan serta skema team teaching yang akan diterapkan.
Pertanyaan itu menjadi pintu masuk pembahasan lebih teknis mengenai desain pembelajaran.
Sementara itu, KH Marzuki Mustamar dijadwalkan mengampu mata kuliah Hadis Ahkam untuk semester satu.
Sekretaris Ma’had Aly, Zanuar Mubin, memaparkan mekanisme perkuliahan yang mengacu pada kalender akademik internal, yang berbeda dengan PTKIN.
Semester ganjil, misalnya, dimulai sejak Syawal. Jadwal perkuliahan juga akan disesuaikan dengan domisili para dosen, termasuk Prof Nadirsyah Hosen yang berada di Australia.
Untuk tahap awal ini, setiap dosen luar biasa direncanakan mengisi perkuliahan dua kali dalam satu semester. Pihak Ma’had Aly mengakui jadwal masih dalam tahap pematangan dan berharap bimbingan dari para guru besar agar pola kolaborasi ini dapat berjalan optimal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


