Flu Singapura Merebak di Pacitan, 13 Warga Terpapar Sejak Awal 2026
Flu Singapura merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang anak-anak. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.
PACITAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan (Dinkes Pacitan) mencatat 13 kasus flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) sejak Januari 2026.
Data tersebut merupakan laporan kumulatif dari sejumlah puskesmas di wilayah Pacitan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg. Nur Farida, mengatakan jumlah tersebut berasal dari laporan rutin fasilitas layanan kesehatan.
“Itu data kumulatif sejak Januari,” ujar Farida, Senin (9/3/2026).
Namun, saat ditanya lebih jauh mengenai sebaran kasus di puskesmas mana saja, Farida belum bersedia merinci. Ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait wilayah penyebaran penyakit tersebut.
Flu Singapura sendiri merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang anak-anak. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti air liur, lendir hidung, maupun cairan dari lepuhan di kulit.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Penyebaran HFMD dapat ditekan dengan sejumlah langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Di antaranya dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik.
Kebiasaan ini penting dilakukan terutama setelah mengganti popok, setelah dari kamar mandi, atau setelah batuk dan bersin.
Bagi anak yang terpapar HFMD, orang tua juga diimbau membantu menjaga kebersihan tangan anak serta memastikan lepuhan di kulit tetap bersih.
Selain itu, masyarakat disarankan tidak menyentuh wajah dengan tangan yang kotor, terutama bagian mata, hidung, dan mulut yang menjadi pintu masuk virus.
Langkah pencegahan lain yakni membersihkan benda-benda yang sering disentuh dengan disinfektan. Misalnya mainan anak, remote televisi, hingga gagang pintu yang digunakan bersama.
Kontak langsung dengan penderita juga sebaiknya dihindari, seperti memeluk atau mencium. Masyarakat juga diminta tidak meludah sembarangan serta membiasakan menutup hidung dan mulut saat batuk maupun bersin.
"Dengan upaya tersebut, penyebaran flu Singapura di lingkungan keluarga maupun sekolah diharapkan bisa ditekan," tandas Farida. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

