Antrean BBM di SPBU Pacitan Mulai Mengular
Berdasarkan data yang dihimpun, kuota BBM bersubsidi untuk triwulan pertama 2026 cukup besar. Kuota solar tercatat 17.967 kiloliter (KL). Sementara Pertalite mencapai 40.733 KL.
PACITAN – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Pacitan mulai terlihat mengular dalam sepekan terakhir.
Bahkan Minggu (8/3/2026) malam, BBM jenis Pertamax di SPBU Arjosari sempat kosong.
Petugas SPBU menyebut pengiriman stok baru dijadwalkan datang pada hari berikutnya. "Nunggu kiriman. Besok baru ada," ujarnya singkat.
Meski begitu, Disdagnaker mengklaim stok BBM di Pacitan masih aman hingga setelah Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan data yang dihimpun, kuota BBM bersubsidi untuk triwulan pertama 2026 cukup besar. Kuota solar tercatat 17.967 kiloliter (KL). Sementara Pertalite mencapai 40.733 KL.
Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Disdagnaker Pacitan Sukanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi langsung dengan Pertamina terkait kondisi pasokan BBM di daerah tersebut.
“Dari hasil komunikasi kami dengan Pertamina, stok BBM untuk Pacitan tahun 2026 masih aman,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Sejak pekan lalu, antrean kendaraan bahkan terlihat sampai meluber ke badan jalan di beberapa titik.
Meski sempat terjadi kekosongan di salah satu SPBU, Sukanto menegaskan kondisi tersebut bukan karena krisis pasokan. Menurut dia, stok secara keseluruhan masih mencukupi.
Sukanto menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya juga sudah mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM. Menjelang pergantian tahun, Pemkab Pacitan sempat mengirim surat ke Pertamina untuk meminta tambahan pasokan.
“Waktu menjelang tahun baru kemarin kami sudah bersurat minta tambahan stok. Dari informasi Pertamina, stok itu sampai sekarang masih relatif melimpah,” jelasnya.
Pasokan BBM untuk wilayah Pacitan sendiri tidak hanya berasal dari satu titik. Distribusi dilakukan dari beberapa depo Pertamina di Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Ada yang dari Cepu, Madiun, Surabaya, juga dari Boyolali,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini konflik di kawasan Timur Tengah belum berpengaruh terhadap distribusi BBM di Pacitan. “Terkait konflik di Timur Tengah itu belum ada dampaknya ke Pacitan. Stok kita masih tersedia,” ujarnya.
Meski stok dinyatakan aman, pemerintah daerah tetap memberi peringatan kepada pengelola SPBU maupun penjual BBM eceran agar tidak melakukan penimbunan.
Menurut Sukanto, permintaan BBM biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran karena mobilitas masyarakat ikut naik.
“Kami mengimbau SPBU, pom mini, maupun penjual lain supaya tidak ada penimbunan. Jangan sampai masyarakat kesulitan saat kebutuhan sedang tinggi,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah panik dengan berbagai isu yang beredar terkait ketersediaan BBM. “Untuk masyarakat Pacitan tidak perlu panik. Mudah-mudahan stok ini tetap terjaga sampai setelah Lebaran nanti,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


