Pembiasaan Mengaji Cetak Generasi Qurani, 44 Siswa MIN 3 Pacitan Lulus Hafiz Al-Quran Juz 30
Setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa mengikuti pembelajaran Al-Quran di bawah bimbingan guru-guru yang telah tersertifikasi.
PACITAN – Di tengah derasnya tantangan pendidikan modern, MIN 3 Pacitan konsisten membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan membaca Al-Quran setiap hari.
Program unggulan tersebut dijalankan menggunakan Metode Ummi, sistem pembelajaran Al-Quran yang telah diterapkan secara berkelanjutan sejak 2015.
Setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa mengikuti pembelajaran Al-Quran di bawah bimbingan guru-guru yang telah tersertifikasi.
Program ini juga mendapat pendampingan dan pengawasan dari Ummi Foundation Karesidenan Madiun Raya untuk menjaga kualitas pembelajaran.
MIN 3 Pacitan menjadi satu-satunya madrasah ibtidaiyah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Pacitan yang menerapkan Metode Ummi secara menyeluruh sebagai budaya belajar di lingkungan sekolah.
Komitmen tersebut membuahkan hasil membanggakan. Pada tahun ajaran 2025–2026, sebanyak 44 siswa berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30, sementara satu siswa mampu menuntaskan hafalan Juz 29 dan Juz 30.
Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan madrasah dalam membina generasi pencinta Al-Quran sejak usia dini.
Tak berhenti di sana, pada tahun ajaran 2026–2027, MIN 3 Pacitan menargetkan sedikitnya 10 lulusan mampu menghafal Juz 29, sebagai upaya memperkuat tradisi mencetak generasi Qurani yang unggul. Kamis (6/8/2026).
Kepala MIN 3 Pacitan, Muhammad Yusuf Mukib, mengatakan pembelajaran Al-Quran melalui Metode Ummi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga membentuk akhlak mulia peserta didik.
"Tujuan utama program ini adalah menjaga akhlak peserta didik dengan menumbuhkan kecintaan kepada Al-Quran, sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup," ujarnya.
Metode Ummi merupakan sistem pembelajaran Al-Quran yang menggunakan pendekatan bahasa ibu (mother tongue). Proses belajar dirancang mudah dipahami, menyenangkan, serta tetap mengedepankan bacaan tartil sesuai kaidah ilmu tajwid.
Keberhasilan metode ini ditopang oleh tiga pilar utama, yakni metode pembelajaran yang terstruktur, guru yang kompeten dan tersertifikasi, serta sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.
Melalui pembiasaan mengaji setiap hari, MIN 3 Pacitan membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak.
Dengan menjadikan Al-Quran sebagai fondasi pendidikan, madrasah ini terus berupaya melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.