Rapat koordinasi mematangkan dokumen persiapan akreditasi IAI Attarmasi Pacitan, Selasa (14/7/2026) sore. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

IAI Attarmasi Pacitan Kejar Akreditasi, Matangkan Dokumen Akademik hingga Kerja Sama Internasional

Rapat yang dilangsungkan secara virtual tersebut fokus membahas pemenuhan instrumen sembilan kriteria akreditasi, mulai dari kurikulum hingga standar pembiayaan minimum mahasiswa.

TIMES Pacitan,Selasa 14 Juli 2026, 18:44 WIB
117
Y
Yusuf Arifai

PACITANInstitut Agama Islam (IAI) Attarmasi Pacitan menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan dokumen persiapan akreditasi institusi pada Selasa (14/7/2026) sore.

Rapat yang dilangsungkan secara virtual tersebut fokus membahas pemenuhan instrumen sembilan kriteria akreditasi, mulai dari kurikulum hingga standar pembiayaan minimum mahasiswa.

Wakil Rektor Pelaksana Harian IAI Attarmasi Pacitan, Dr. Ali Mufron, menjelaskan bahwa pertemuan ini krusial untuk menyelaraskan visi keilmuan kampus ke dalam dokumen operasional riil di tingkat program studi (prodi).

"Peserta diminta untuk melampirkan dokumen akademik seperti RPS (Rencana Pembelajaran Semester) sebagai bukti konkret bahwa visi keilmuan institusi sudah benar-benar menjadi dasar pengembangan kurikulum," ujar Ali Mufron.

Selain kurikulum, setiap tim penyusun borang diwajibkan menyusun evaluasi dan refleksi kritis menggunakan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), lengkap dengan rencana tindak lanjut yang memiliki target waktu yang jelas.

Syarat Kerja Sama Internasional dan Tata Kelola

Persiapan akreditasi ini juga menekankan penguatan tata pamong yang akuntabel serta perluasan jejaring institusi di luar negeri. 

IAI Attarmasi ditargetkan memenuhi standar minimal kemitraan global untuk mendongkrak nilai akreditasi.

"Disarankan untuk memiliki minimal tiga kerja sama internasional yang dibuktikan dengan MoU (Nota Kesepahaman) sekaligus bukti nyata pelaksanaannya di lapangan," lanjut Ali.

Di sektor tata kelola, tim akreditasi wajib menyajikan dokumen struktur organisasi yang transparan, rincian tugas pokok fungsi (tupoksi), mekanisme pemilihan personel, hingga penerapan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik (good governance).

Sementara itu, Asesor LAMDIK sekaligus pembicara dalam rapat tersebut, Moh. Arif, menyarankan agar tim prodi segera membagi habis tugas berdasarkan sembilan kriteria akreditasi guna mempercepat pengisian.

Untuk mempermudah teknis penyusunan, pihak asesor akan segera mengirimkan template dokumen resmi agar pengisian data, mulai dari daya tampung mahasiswa, tingkat kepuasan, rekognisi dosen, hingga pengembangan kompetensi staf pengajar dapat berjalan lebih sistematis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.