Sang Pendiam yang Membanggakan, Siswa MIN 1 Pacitan Sabet Juara 3 Pidato Bahasa Arab Se-Jawa
Dikenal kesehariannya sebagai sosok siswa pendiam, Ahnaf justru tampil memukau di atas mimbar dan menjelma menjadi 'kuda hitam' yang sukses menyingkirkan pesaing dari berbagai provinsi di Jawa.
PACITAN – Transformasi membanggakan ditunjukkan oleh Ahnaf Hisyam Hulaif, siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pacitan berhasil mengharumkan nama daerah usai menyabet Juara 3 lomba Pidato Bahasa Arab tingkat Pulau Jawa.
Prestasi gemilang tersebut diraih Ahnaf dalam ajang Nuurushidiq Smart Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Pesantren Nuurushiddiq Cirebon, Jawa Barat.
Kemenangan Ahnaf dalam kompetisi berskala besar tersebut digelar awal September lalu ini menjadi sorotan istimewa di lingkungan sekolahnya yang berlokasi di Kecamatan Tulakan.
Dikenal kesehariannya sebagai sosok siswa pendiam, Ahnaf justru tampil memukau di atas mimbar dan menjelma menjadi 'kuda hitam' yang sukses menyingkirkan pesaing dari berbagai provinsi di Jawa.
Kepala MIN 1 Pacitan, Suyanto, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kegigihan anak didiknya.
Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa siswa yang tampak pendiam bisa memiliki potensi luar biasa jika diarahkan dengan tepat.
"Kami turut bangga dengan pencapaian Ahnaf. Semoga ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi yang lain, bahwa bakat itu harus terus diasah, dilatih, dan dikembangkan. Seperti Ahnaf, siswa yang dulunya pendiam kini mulai bersinar dan tampil dengan sangat percaya diri," ungkap Suyanto, Selasa (15/9/2026).
Konsisten Sejak Kelas 4 MI
Keberhasilan Ahnaf menembus podium se-Pulau Jawa bukanlah sebuah proses instan. Kemampuan retorika bahasa Arabnya telah diuji sejak ia duduk di bangku kelas 4 MI melalui berbagai kompetisi berjenjang.
Sederet piala bergengsi yang pernah diraih Ahnaf antara lain Juara 1 Pildacil Bahasa Arab tingkat Kecamatan dan Juara 1 tingkat Kabupaten pada ajang Porseni 2025.
Prestasinya terus menanjak saat ia menduduki posisi Juara 3 Pidato Bahasa Arab tingkat Karesidenan Madiun.
Melihat potensi besar pelajarnya, Suyanto menegaskan komitmen madrasah untuk terus memfasilitasi pengembangan minat dan bakat setiap anak.
Ia meyakini, kejuaraan ini akan menjadi pemantik bagi siswa madrasah lainnya untuk mendobrak keterbatasan dan berani tampil.
"Ke depannya, MIN 1 Pacitan akan terus melahirkan kuda hitam-kuda hitam yang lain, yang siap bersaing dan membawa nama baik madrasah di kancah yang lebih tinggi," pungkasnya optimistis. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.