Khutbah Idul Fitri 1447 H: Mari Kembali Menemukan Identitas
Zanuar Mubin, dosen Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan. (Foto: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Mari Kembali Menemukan Identitas

Saat ini, adalah momentun titik balik, brsihkan hati dari segala keburukan, kembalilah kepada saudara dan tetangga kita dengan jiwa yang lapang.

TIMES Pacitan,Jumat 20 Maret 2026, 16:24 WIB
364
Y
Yusuf Arifai

TIMESINDONESIAاَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللهُ أَكْبَرُ (٩x) اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْعِيدَ مِنْ أَكْبَرِ شَعَائِرِ الْإِسْلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْعَلَّامُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي أَمَرَ أُمَّتَهُ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى مَنْ دَعَا إِلَى هُدَى الْإِسْلَامِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ. (البقرة: ١٨٥)

Hadirin, jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah.

Di pagi yang penuh berkah ini, di saat gema takbir mengguncang langit dan menghujam relung hati yang paling dalam, Allah sedang mengingatkan kita tentang sebuah kebenaran yang mungkin selama ini kita lupakan:

"Tentang identitas kita, calon penduduk surga yang sedang singgah sebentar di dunia".

Mari kita ingat... jauh sebelum kita dilahirkan, nenek moyang kita, Nabi Adam 'alaihissalam dan Siti Hawa, adalah penduduk surga. Surga adalah kampung halaman pertama manusia. Di sanalah asal-usul kita. Di sanalah alamat sejati kita.

Maka sebetulnya, identitas kita adalah surga. Alamat tetap kita bukan di desa ini, bukan pula di negeri ini, melainkan di surga yang Allah janjikan bagi orang-orang yang beriman.

Namun ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi, sebuah ujian perjalanan pun dimulai. Perjalanan untuk membuktikan: apakah kita layak kembali ke rumah asal kita?

اللّٰهُ اَكْبَرْ × ٣ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jama'ah yang dimuliakan Allah...

Selama sebulan penuh, Allah mengundang kita mengikuti sebuah ujian kesetiaan. Ujian itu bernama bulan Ramadan.

Bukan ujian yang mudah. Lapar dan dahaga mendera dari fajar hingga magrib. Hawa nafsu yang biasanya bebas berkeliaran, tiba-tiba harus kita belenggu. Godaan-godaan yang biasa menyapa, harus kita abaikan demi mendapat cinta Allah SWT.

Mengapa Allah menguji kita seperti itu? Karena surga tidak diberikan kepada orang yang sekadar mengaku beriman. Surga diberikan kepada orang yang bersedia membuktikan keimanannya. Dan Ramadan adalah arena pembuktian itu.

Ketika kita menahan makan dan minum di dalam kamar yang sunyi, saat tidak ada seorang pun yang melihat, kita tidak berbuat curang. Mengapa? Karena kita yakin: Allah Maha Melihat. Keyakinan itulah yang menahan kita. Keyakinan itulah yang membuktikan bahwa kita adalah hamba yang benar-benar taat.

Allah berfirman:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ.

Artinya: "Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Hadid: 4)

Sebulan penuh kita hidup di bawah kesadaran itu. Sebulan penuh kita melatih diri menjadi manusia yang hidupnya selalu diawasi Allah, bukan diawasi manusia. Inilah latihan menjadi ahli surga yang sesungguhnya.

اللّٰهُ اَكْبَرْ × ٣ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jama'ah yang berbahagia...

Maka hari ini bukan sekadar perayaan. Hari ini adalah momen menemukan kembali identitas kita yang sejati.

"Idul Fitri", memiliki makna kata 'Ied berasal dari 'aada yang artinya kembali. Dan fitri merujuk pada fitrah kesucian asal yang Allah tanamkan pada setiap manusia sejak pertama kali ia diciptakan.

Maka Idul Fitri artinya: kita kembali kepada fitrah kita. Kita kembali ber-identitas surga.

Setelah sebulan kita berjuang, berkorban, dan membuktikan ketaatan, hari ini Allah mengumumkan: "Hamba-Ku, kamu telah lulus. Kembalilah kepada identitasmu sebagai ahli surga-Ku."

Itulah mengapa air mata kita hari ini bukan air mata kesedihan. Ini adalah air mata syukur seorang anak yang telah lama mengembara dan kini menemukan jalan pulang ke rumah.

اللّٰهُ اَكْبَرْ × ٣ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jama'ah yang dimuliakan Allah...

Namun ada satu pertanyaan penting yang harus kita jawab bersama: "Setelah Ramadan berlalu, apakah identitas itu kita jaga, atau kita tanggalkan kembali?"

Selama Ramadan, kita yakin Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar. Lalu apakah setelah Ramadan, Allah berhenti melihat kita? Apakah setelah Ramadan, malaikat berhenti mencatat amal kita?

"Tentu tidak!"

Maka kehadiran Allah bersama kita, yang kita rasakan begitu kuat di bulan Ramadan, seharusnya kita bawa terus ke dalam setiap langkah hidup kita.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ.

Artinya: "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa." (Al-Arbain An-Nawawi, 113)

Orang yang telah menemukan identitasnya, tidak akan rela menukarkan identitas itu dengan dosa-dosa kecil. Tidak akan rela menjual harga dirinya hanya demi mengikuti trend atau kebiasaan yang bertentangan dengan syariat. Tidak akan rela merusak kesucian yang baru saja Allah kembalikan.

اللّٰهُ اَكْبَرْ × ٣ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jamaah yang berbahagia...

Ada satu amalan indah yang menjadi ciri khas di negeri kita, yaitu saling memaafkan.

Dan ini bukan sekadar tradisi. Ini adalah ekspresi identitas.

Ahli surga adalah manusia yang hatinya lapang. Manusia yang tidak menyimpan dendam. Manusia yang ketika ia dilukai, ia memilih untuk memaafkan, karena ia tahu, Allah jauh lebih banyak memaafkan dosa-dosa hambanya.

Ketika kita mengulurkan tangan hari ini, ketika kita memeluk saudara kita, ketika kita mengucapkan "mohon maaf lahir dan batin" dengan tulus, itulah cara ahli surga berjalan di muka bumi ini.

Maka hari ini, mari kita jadikan sebagai momen titik balik. Mari kita buka lembaran baru. Bersihkan hati dari segala keburukan. Kembalilah kepada saudara dan tetangga kita dengan jiwa yang lapang, sebagaimana lapangnya jiwa para ahli surga yang pemaaf lagi penyayang. 

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita golongan orang-orang yang bertakwa. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun mendatang dalam keadaan yang lebih baik.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal 'aidin wal faizin.

اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَللهُ اَكْبَرُ (×٧) لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَأَنْبِيَائِكَ الْمُرْسَلِيْنَ، وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَقِرَاءَتَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَسْبِيْحَنَا وَتَهْلِيْلَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَخُشُوْعَنَا وَتَخَشُّعَنَا، وَلَا تَضْرِبْ بِهَا وُجُوْهَنَا يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ.

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا. اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِّهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ، وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ الله، اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْن. (*) 

 

**

*) Oleh: Zanuar Mubin, Dosen Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. 

*) Sertakan nama penulis, profesi beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke https://kopi.times.co.id/

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Bambang H Irwanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.