Hindari 'Balas Dendam' Usai Ramadan, Jaga Pola Makan Sehat di Tengah Hidangan Bersantan
Jika tak dikendalikan, pola makan yang sebelumnya lebih teratur saat puasa bisa langsung berantakan.
PACITAN – Usai Ramadan, banyak orang justru 'balas dendam' pada makanan ketika masuk Lebaran.
Hidangan bersantan seperti opor, gulai, dan rendang kembali membanjiri meja makan. Jika tak dikendalikan, pola makan yang sebelumnya lebih teratur saat puasa bisa langsung berantakan.
Situasi ini sebenarnya cukup lazim. Setelah sebulan tubuh beradaptasi dengan jadwal makan yang terbatas, datangnya hari-hari setelah Ramadan sering membuat orang tergoda menikmati berbagai hidangan tanpa kontrol.
Apalagi menu khas Lebaran identik dengan santan, lemak, dan porsi besar.
Padahal, perubahan pola makan secara mendadak bisa berdampak pada kesehatan. Keluhan seperti perut kembung, naiknya berat badan, hingga kadar kolesterol yang meningkat kerap muncul pada periode ini.
Karena itu, menjaga pola makan tetap seimbang menjadi kunci. Bukan berarti harus menghindari seluruh makanan bersantan, tetapi mengatur porsinya. Misalnya, cukup mengambil dalam porsi kecil dan menyeimbangkannya dengan sayur serta buah.
Selain itu, jadwal makan yang sudah terbentuk selama Ramadan sebenarnya bisa dipertahankan. Pola makan teratur dua hingga tiga kali sehari dengan camilan sehat akan membantu tubuh beradaptasi kembali secara perlahan.
Hal lain yang tak kalah penting adalah memperbanyak konsumsi air putih. Tubuh yang sebelumnya terbiasa menahan haus sepanjang hari tetap membutuhkan hidrasi yang cukup agar metabolisme berjalan normal.
Aktivitas fisik juga sebaiknya tetap dijaga. Jalan santai, bersepeda ringan, atau sekadar bergerak aktif di rumah bisa membantu tubuh membakar kalori dari makanan berlemak yang dikonsumsi.
Dengan langkah sederhana itu, godaan hidangan bersantan tidak harus berujung pada masalah kesehatan. Kuncinya ada pada pengendalian diri: menikmati secukupnya, bukan berlebihan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.