Tarawih Malam ke-18 Ramadan, Kabar Gembira untuk Hamba dan Kedua Orang Tuanya
Tarawih malam ke-18 Ramadan disebut istimewa. Dalam kitab Durrat al-Nasihin, malaikat berseru bahwa Allah ridha kepada hamba dan kedua orang tuanya.
PACITAN – Salat tarawih pada malam ke-18 Ramadan disebut memiliki keutamaan istimewa. Malam ini digambarkan ketika seorang hamba memperoleh kabar gembira telah memperoleh keridhaan Allah, bahkan juga untuk kedua orang tuanya.
Keterangan tersebut dapat ditemukan dalam kitab Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad karya Syekh Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari. Dalam kitab itu dijelaskan tentang keutamaan tiap malam salat tarawih, termasuk malam ke-18 Ramadan.
Disebutkan dalam teks berikut:
وَفِي اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةَ عَشْرَةَ يُنَادِي مُنَادٍ يَا عَبْدَ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ
Artinya:
“Pada malam ke-18, ada malaikat yang berseru: Wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridha kepadamu dan kepada kedua orang tuamu.”
Seruan itu menjadi gambaran betapa besar nilai ibadah pada malam tersebut. Seorang hamba yang menghidupkan malam dengan salat tarawih tidak hanya memperoleh pahala untuk dirinya sendiri, tetapi juga limpahan rahmat bagi kedua orang tuanya.
Para ulama kerap menjelaskan, keridhaan Allah merupakan puncak dari segala harapan seorang mukmin. Ketika Allah telah ridha, maka segala amal yang dilakukan menjadi bernilai di sisi-Nya.
Karena itu, malam-malam Ramadan termasuk malam ke-18 dipandang sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Salat tarawih, doa, dan istighfar menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus memohon kebaikan bagi keluarga, terutama kedua orang tua. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

