TIMES PACITAN, PACITAN – Classmeeting SMPN 3 Tegalombo Pacitan, tahun ini tampil beda. Sekolah menggelar Lomba Sound Horeg Antar-Kelas, kegiatan yang bukan hanya diikuti siswa, tetapi juga menyedot perhatian warga dan pemuda pecinta audio dari berbagai desa di Kecamatan Tegalombo.
Kepala SMPN 3 Tegalombo, Bambang Nur Susanto, menyebut lomba ini sebagai upaya sekolah merespons tren yang berkembang di lingkungan sekitar. Menurutnya, minat siswa terhadap sound system diarahkan ke ruang yang lebih edukatif.
“Bukan soal keras-kerasan suara. Anak-anak belajar kreativitas, teknik, dan tanggung jawab,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Keseriusan lomba terlihat dari kehadiran juri profesional dari luar sekolah. Ketua Panitia, Ahmad Atam Maghfiri, S.Pd, mengatakan penilaian dilakukan secara objektif dengan fokus pada aspek teknis. “Yang dinilai kejernihan suara, kerapian rakitan, dan keseimbangan frekuensi. Jadi bukan asal bunyi,” jelasnya.

Sejak pagi, area sekitar sekolah di Jalan Raya Nanggungan, Desa Tahunan Baru, dipadati penonton. Puluhan pemuda tampak menyaksikan lomba dari luar pagar sekolah. Sebagian mengabadikan momen, sebagian lain berdiskusi soal desain box dan setting speaker karya siswa.
Rian, salah satu pemuda setempat, mengaku terkesan. “Jarang ada sekolah yang mewadahi hobi sound seperti ini. Anak-anak jadi tidak sekadar suka, tapi juga paham ilmunya,” katanya.
Selain kompetisi, siswa juga mendapat edukasi langsung terkait pengaturan audio yang aman dan berkualitas. Kehadiran juri eksternal dinilai memberi standar baru bagi lomba tingkat sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMPN 3 Tegalombo menunjukkan bahwa sekolah bisa beradaptasi dengan budaya lokal tanpa meninggalkan nilai pendidikan. Classmeeting pun berubah menjadi ruang belajar yang relevan, sekaligus memperkuat hubungan sekolah dengan masyarakat sekitar. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Faizal R Arief |