Tanpa Tiket Masuk, Watu Mejo Mangrove Park Jadi Wisata Hits di Tengah Kota Pacitan
TIMES Pacitan/Jembatan merah di Watu Mejo Mangrove Park menjadi spot favorit pengunjung untuk bersantai sekaligus mengabadikan momen di tengah rindangnya mangrove. (FOTO: Yuni Kristiyani/TIMES Indonesia)

Tanpa Tiket Masuk, Watu Mejo Mangrove Park Jadi Wisata Hits di Tengah Kota Pacitan

Tanpa tiket masuk dan dengan akses yang mudah dijangkau, Watu Mejo Mangrove Park mulai dilirik warga sebagai pilihan rekreasi hemat sekaligus ruang belajar soal ekosistem pesisir.

TIMES Pacitan,Jumat 13 Februari 2026, 11:04 WIB
988
Y
Yusuf Arifai

PACITANMangrove di tengah kota? Mungkin hanya Kabupaten Pacitan yang punya. Ya, itu yang ditawarkan Wisata Watu Mejo Mangrove Park Pacitan.

Tanpa tiket masuk dan dengan akses yang mudah dijangkau, destinasi ini mulai dilirik warga sebagai pilihan rekreasi hemat sekaligus ruang belajar soal ekosistem pesisir.

Berlokasi di RT 01/RW 05, Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Watu Mejo menyuguhkan hamparan mangrove hijau yang tumbuh rapi di kawasan pesisir. 

Suasananya relatif tenang. Cocok untuk sekadar melepas penat atau mengajak anak-anak mengenal alam lebih dekat.

Lokasinya terbilang strategis karena masih berada di kawasan perkotaan Pacitan. Jalan menuju lokasi juga cukup baik, sehingga pengunjung tidak kesulitan menjangkaunya, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil.

Menariknya, pengelola tidak menerapkan tiket masuk. Pengunjung hanya diminta mengisi kotak donasi seikhlasnya untuk membantu perawatan dan kebersihan kawasan. 

Skema ini membuat Watu Mejo menjadi alternatif wisata ramah kantong, terutama bagi keluarga.

Yeni, salah satu pengunjung, mengaku baru pertama kali menemukan wisata hutan mangrove di Pacitan. Menurutnya, suasana alam yang tenang menjadi daya tarik utama.

“Wisata ini sangat nyaman. Untuk anak-anak juga aman, suasananya menyenangkan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Ia menyarankan waktu terbaik berkunjung adalah sore hari. Selain udara lebih sejuk, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan matahari terbenam di sela-sela pepohonan mangrove.

“Kalau sore sekalian bisa lihat sunset, jadi lebih enak,” tambahnya.

Meski demikian, sejumlah pengunjung berharap ada penambahan fasilitas. Beberapa sudut kawasan dinilai masih bisa dimaksimalkan agar lebih menarik dan nyaman.

Sri, salah satu penjual di area wisata, menyebut lonjakan pengunjung biasanya terjadi saat akhir pekan.  “Paling ramai Sabtu dan Minggu. Kalau hari biasa, biasanya pagi dan sore saja,” katanya.

Di luar fungsi rekreasi, kawasan ini juga memiliki peran ekologis yang penting. Hutan mangrove dikenal efektif menjaga garis pantai, menahan abrasi, sekaligus menjadi habitat berbagai biota pesisir. 

Keberadaan Watu Mejo kini menjadi ruang hijau yang berkontribusi menjaga keseimbangan lingkungan Pacitan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.