Lebaran Tanpa Dentuman, Polres Pacitan Sikat Puluhan Meriam Pendem
Aparat gabungan Polres Pacitan-Kodim 0801 Pacitan berhasil membongkar meriam pendem dan mengamankan di sejumlah wilayah kecamatan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Lebaran Tanpa Dentuman, Polres Pacitan Sikat Puluhan Meriam Pendem

Polres Pacitan amankan puluhan meriam pendem jelang Lebaran. Warga akui suasana Ramadan tahun ini lebih tenang. Penertiban di kecamatan rawan untuk ciptakan keamanan.

TIMES Pacitan,Rabu 25 Maret 2026, 14:28 WIB
125
Y
Yusuf Arifai

PACITANSuasana menjelang Idul Fitri 1447 H di Pacitan terasa berbeda. Suara dentuman meriam pendem yang biasanya memekakkan telinga nyaris tak terdengar. Polres Pacitan memastikan, kondisi ini bukan kebetulan.

Puluhan meriam pendem diamankan jajaran Polres Pacitan bersama TNI dalam operasi penertiban menjelang Lebaran. Langkah itu diambil untuk menjaga situasi tetap kondusif saat masyarakat merayakan hari kemenangan.

“Puluhan meriam pendem telah kami amankan,” kata Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Rabu (15/3/2026).

Penertiban dilakukan di sejumlah kecamatan yang selama ini dikenal rawan aktivitas meriam pendem. Di antaranya Kebonagung, Bandar, Pacitan, Tulakan, hingga Arjosari.

Hasilnya mulai terasa di lapangan. Warga pun mengakui suasana Ramadan tahun ini jauh lebih tenang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Nyaris tidak terdengar suara meriam pendem yang biasanya keras sekali,” ujar M Amruddin Latif, warga Arjosari.

Ia bercerita, pada Ramadan sebelumnya suara dentuman kerap muncul sejak pertengahan bulan. Bahkan, meski sudah dibongkar, pelaku sering kembali memasang meriam keesokan harinya.

“Tiap tahun begitu, dibongkar besok pasang lagi. Tapi sekarang sepertinya pelaku mulai jera,” imbuhnya.

Salah satu lokasi yang disasar petugas berada di Dusun Salamrejo, Desa Kebonagung. Lokasinya tak jauh, hanya sekitar satu kilometer dari kantor Polsek Kebonagung.

Di titik tersebut, petugas menemukan empat unit meriam pendem yang masih aktif. Seluruhnya langsung dibongkar dan diamankan sebagai barang bukti.

Kapolsek Kebonagung AKP Haming Agus Purnama menjelaskan, meriam pendem memang kerap dibuat warga untuk memeriahkan Lebaran. Namun, suara ledakannya dinilai mengganggu bahkan berpotensi membahayakan.

“Barang bukti kami amankan ke polres,” jelasnya.

Secara teknis, meriam pendem dibuat dari drum besi yang dirangkai memanjang, kemudian ditanam di dalam tanah. Untuk menghasilkan ledakan, alat ini memanfaatkan karbit sebagai bahan utama.

Dengan begitu, diharapkan tradisi yang berisiko tersebut bisa berkurang, sehingga perayaan Idul Fitri di Pacitan berlangsung lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.