Kopdar Nandur Dulur Jadi Ruang bagi Ketua DPRD Pacitan Serap Aspirasi Warga
Ketua DPRD Pacitan, Dr. Arif Setia Budi berdialog dengan warga dalam Kopdar Nandur Dulur di Kampoeng Warso, kawasan Pantai Soge, Kecamatan Ngadirojo, Kamis (4/6/2026) malam (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Kopdar Nandur Dulur Jadi Ruang bagi Ketua DPRD Pacitan Serap Aspirasi Warga

Forum yang dikemas santai itu diwarnai keluhan petani soal harga hasil panen, pupuk langka, keberadaan KDMP hingga akses pasokan untuk program SPPG.

TIMES Pacitan,Kamis 4 Juni 2026, 22:19 WIB
1.4K
Y
Yusuf Arifai

PACITANKopdar Nandur Dulur bertajuk 'Jangongan Urip, Urip Iku Urup, Urup Iku Nguripi' menjadi ruang Ketua DPRD Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, menyerap aspirasi masyarakat. 

Forum yang dikemas santai itu diwarnai keluhan petani soal harga hasil panen, pupuk langka, keberadaan KDMP jangan sampai menggeser toko kelontong, hingga akses pasokan untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kegiatan yang diikuti ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat itu digelar di kawasan wisata Kampoeng Warso, Pantai Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kamis (4/6/2026) malam. 

Diskusi membahas isu pertanian, peternakan, perkebunan, hingga perikanan desa.

Dalam forum tersebut, petani asal Kecamatan Tegalombo, Mulyono, menyoroti persoalan harga hasil panen yang dinilai masih bergantung pada tengkulak.

“Kami ini petani, saat panen untuk menjual hasil tani biasanya masih menunggu dan ketergantungan harga yang ditentukan para tengkulak,” ujarnya.

article
Petani asal Kecamatan Tulakan, Budi saat menyampaikan aspirasi. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Keluhan juga disampaikan Budi, petani asal Tulakan. Ia menilai petani dan peternak lokal belum mendapat ruang untuk terlibat sebagai pemasok kebutuhan program SPPG. 

Selain itu, persoalan pupuk juga disebut masih menjadi kendala saat musim tanam.

Menanggapi berbagai masukan itu, Arif Setia Budi menyebut forum semacam kopdar sengaja dibangun sebagai ruang berbagi pengalaman sekaligus menyerap persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat bawah.

“Terima kasih atas waktu dan sharing soal kehidupan kita. Kita sepakat bahwa kondisi kita saat ini harus hidup dalam sistem bernegara,” kata Arif.

Terkait SPPG, ia berharap program pemerintah tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.  Menurutnya, program pemerintah sejatinya ditujukan untuk rakyat, meski tetap membutuhkan kritik agar berjalan maksimal.

“Soal SPPG, harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Program pemerintah sejatinya untuk rakyat, kami siap menerima berbagai masukan dan aspirasi,” ujarnya.

Sementara soal infrastruktur, Arif meminta masyarakat memahami kondisi fiskal daerah yang terbatas. “Bukan berarti pemerintah daerah diam, tapi karena keterbatasan fiskal,” katanya.

Kopdar Nandur Dulur turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Paryanto, pelaku usaha porang, Slamet Riyanto yang bergerak di bidang CSR dan komoditas ekspor, serta Yahya Ali Rahmawan, pegiat media sosial. 

Forum tersebut dikemas sebagai ruang silaturahmi dan berbagi gagasan untuk mendorong kemandirian desa berbasis sektor pangan dan ekonomi lokal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.