Kasus ISPA hingga Diare di Pacitan Naik Usai Lebaran, Ini Penyebabnya
Meski tidak melonjak tajam, peningkatan kunjungan pasien sempat terasa pada hari pertama dan kedua masuk kerja.
PACITAN – Usai libur panjang Lebaran, Dinas Kesehata Kabupaten Pacitan (Dinkes Pacitan) mencatat adanya kenaikan kasus penyakit di sejumlah fasilitas kesehatan.
Meski tidak melonjak tajam, peningkatan kunjungan pasien sempat terasa pada hari pertama dan kedua masuk kerja.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Pacitan, Retno Wulandari, menyebut tren ini sebagai pola yang hampir selalu berulang tiap tahun pasca-Idulfitri.
“Lonjakannya tidak signifikan, hanya terlihat di awal masuk kerja. Setelah itu, kunjungan pasien kembali landai,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Menurut Retno, ada beberapa faktor yang memicu kenaikan kasus tersebut. Salah satunya kebiasaan masyarakat yang cenderung menunda berobat selama libur Lebaran.
Meski sudah merasakan gejala, banyak yang memilih bertahan karena kesibukan berkumpul dengan keluarga.
Selain itu, perubahan pola makan juga menjadi pemicu utama. Setelah sebulan berpuasa, pola konsumsi masyarakat berubah drastis saat Lebaran.
Aneka hidangan tersaji, dan tak jarang dikonsumsi berlebihan tanpa jeda yang cukup bagi tubuh untuk beradaptasi.
“Pencernaan kita kan butuh penyesuaian. Kalau tiba-tiba langsung banyak makan macam-macam, itu bisa memicu gangguan,” jelasnya.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah tingginya intensitas pertemuan saat Lebaran. Aktivitas silaturahmi yang melibatkan banyak orang meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Dari data yang masuk, jenis penyakit yang paling banyak dikeluhkan pasien adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, serta demam atau febris dengan penyebab yang belum spesifik.
Dinkes Pacitan mengimbau masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperhatikan asupan nutrisi agar tubuh tetap prima usai Lebaran.
“Yang paling penting itu menjaga pola hidup sehat dan asupan makanan. Itu kunci untuk mencegah penyakit,” pungkas Retno. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.