Potret Takbir Keliling Pesisir Pacitan, Antara Syahdu Obor dan Gelagar Sound Horeg
Gema takbir bergema di JLS Pantai Soge seiring dengan keriuhan sound horeg yang terpusat di kawasan tersebut. (Foto: Shinta/Times indonesia)

Potret Takbir Keliling Pesisir Pacitan, Antara Syahdu Obor dan Gelagar Sound Horeg

TIMES Pacitan,Jumat 20 Maret 2026, 23:21 WIB
1.1K
Z
Zisti Shinta Maharani

PACITANSuasana malam takbiran di Kecamatan Ngadirojo tahun 2026 ini pecah! Mengingat adanya momentum libur panjang, gelombang pemudik yang pulang kampung bikin antusiasme warga meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Camat Ngadirojo Pacitan, M. Taufik Effendi, mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan. Tahun ini diperkirakan tercatat sekitar 250 kelompok, tahun ini perwakilan dari 18 desa di seluruh Ngadirojo tumpah ruah ke jalan.

Geser dari Rontek ke Dominasi Sound Horeg

Ada pergeseran vibe yang cukup terasa. Tahun lalu, warga lebih fokus pada Rontek karena sekalian latihan untuk event nasional Rontek Pacitan. Namun, Camat Taufik mengakui bahwa tahun ini budaya "Sound Horeg" kembali mendominasi.

"Budaya terus berkembang. Saya kira akhir tahun ini memang dominan sound. Nantinya, paguyuban sound akan terkonsentrasi di wilayah Pantai Soge untuk menjaga kondusivitas," ujar Taufik.

Terkait regulasi Surat Edaran (SE) Gubernur soal pembatasan desibel suara, pihak kecamatan sudah mengeluarkan imbauan tegas. Meski susah untuk ditiadakan sepenuhnya karena antusiasme massa, Taufik menekankan pentingnya pengurangan volume agar tidak merusak kekhidmatan ibadah.

Di saat desa lain sibuk dengan set-up audio ribuan watt, Desa Wonokarto justru tampil estetik dan tradisional. Mereka konsisten menggelar Pawai Obor. Tak main-main, untuk menarik minat pemuda, panitia menyediakan doorprize berupa kambing. Ini jadi antitesis menarik di tengah gempuran tren sound system raksasa.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Ngadirojo,, Iptu Titan Kurniawan, S.Tr.K., S.I.K. memberikan atensi khusus pada aspek keamanan. Mengingat massa yang membeludak karena faktor long weekend, pihak kepolisian tetap mengawal ketat jalannya takbir keliling.

"SE Bupati dan Gubernur soal pembatasan desibel sudah kita sampaikan. Memang susah dihilangkan total, tapi kita imbau jangan terlalu berlebihan (over desibel). Yang penting semua lancar tanpa mengurangi rasa khidmat. Mari jaga dan terapkan 'AE' (Aman & Enak)," tegas Iptu Titan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.