Nurul Qomariyah, Siswa Paket C Berusia 38 Tahun di Pacitan Buktikan Usia Bukan Halangan Melek Digital
Kegiatan Belajar Mengajar, Minggu(26/4/2026), di PKBM Mandiri Cerdas Tegalombo, Pacitan. (Foto: Giyarti for TIMES Indonesia)

Nurul Qomariyah, Siswa Paket C Berusia 38 Tahun di Pacitan Buktikan Usia Bukan Halangan Melek Digital

Nurul Qomariyah, siswa Paket C berusia 38 tahun di Pacitan, membuktikan usia bukan penghalang untuk melek digital melalui pendidikan nonformal berbasis teknologi.

TIMES Pacitan,Sabtu 2 Mei 2026, 10:28 WIB
3.8K
Y
Yusuf Arifai

PACITANUsia tak menjadi penghalang untuk melek digital. Hal itu dibuktikan Nurul Qomariyah, siswa kelas XI Paket C di PKBM Mandiri Cerdas, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, yang kini berusia 38 tahun.

Di tengah masifnya transformasi digital pendidikan, Nurul mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran berbasis teknologi sekaligus menuntaskan pendidikan kesetaraan.

Semangat belajarnya menjadi potret bahwa pendidikan nonformal kini tak lagi sekadar jalur alternatif. Melalui sistem pembelajaran digital, peserta didik lintas usia tetap memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan kompetensi.

Awalnya, Nurul mengaku sempat ragu ketika harus berhadapan dengan perangkat digital yang menggantikan buku konvensional dalam proses belajar. Kekhawatiran itu muncul karena ia merasa tertinggal dibanding generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.

Namun, keraguan tersebut perlahan sirna setelah mengikuti proses belajar di PKBM Mandiri Cerdas. Sistem yang fleksibel membuatnya lebih mudah memahami materi sekaligus terbiasa menggunakan perangkat digital.

“Awalnya saya takut tidak bisa mengikuti anak muda sekarang. Tapi sistem belajar digital di sini ternyata sangat memudahkan. Saya merasa lebih berdaya karena sekarang paham teknologi yang sedang tren,” ujar Nurul, Sabtu (2/5/2026).

PKBM Mandiri Cerdas terus mengakselerasi transformasi pendidikan kesetaraan berbasis digital. Sistem tersebut dirancang agar dapat diakses semua kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang pendidikan.

Kepala PKBM Mandiri Cerdas, Mustaqim, menegaskan pihaknya berkomitmen menghapus sekat antara usia dan penguasaan teknologi. Menurutnya, capaian Nurul menjadi bukti bahwa kurikulum fleksibel mampu membuka ruang belajar setara bagi siapa saja.

“Nurul adalah inspirasi. Kami tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga keahlian digital agar lulusan Paket C memiliki daya saing yang setara dengan sekolah formal,” tegas Mustaqim.

Ia menambahkan, pendidikan nonformal kini hadir sebagai solusi konkret bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi di tengah perubahan zaman.

Seiring makin meratanya akses internet dan meningkatnya kebutuhan keterampilan digital, PKBM Mandiri Cerdas optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya menuntaskan pendidikan, tetapi juga siap bersaing di era digital.

Kisah Nurul menjadi penegas bahwa belajar tak mengenal batas usia. Di tengah derasnya arus teknologi, kemauan untuk terus berkembang tetap menjadi kunci utama.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.