Kepung 24 Puskesmas, Kasus ISPA Pacitan Tembus 15.834 Pasien
Kabid P2P Dinkes Pacitan Nur Farida saat diwawancarai wartawan. (Foto: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Kepung 24 Puskesmas, Kasus ISPA Pacitan Tembus 15.834 Pasien

Masifnya angka kesakitan memaksa Dinkes Pacitan menyiasati penanganan dengan menitikberatkan pada pencegahan komunal dan kemandirian medis skala rumah tangga.

TIMES Pacitan,Rabu 2 September 2026, 13:55 WIB
275
Y
Yusuf Arifai

PACITANGelombang penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini membebani fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Pacitan

Hingga pekan pertama September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat 15.834 warga tumbang akibat infeksi saluran napas, memaksa 24 puskesmas di seluruh kecamatan bekerja ekstra menangani antrean pasien.

Eskalasi belasan ribu kasus yang menyebar tanpa pandang bulu ini memicu alarm kewaspadaan otoritas kesehatan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, mengonfirmasi bahwa sebaran infeksi tidak terkonsentrasi pada satu kantong wilayah, melainkan merambah ke seluruh penjuru administratif kabupaten.

"Total masyarakat yang terkena ISPA hingga saat ini mencapai 15.834 jiwa. Kasusnya tersebar merata dan saat ini ditangani oleh 24 puskesmas di semua kecamatan," kata Nur Farida, Rabu (2/9/2026).

Masifnya angka kesakitan memaksa Dinkes menyiasati penanganan dengan menitikberatkan pada pencegahan komunal dan kemandirian medis skala rumah tangga.

Pihaknya mengklaim telah menginstruksikan seluruh jaringan puskesmas untuk menggencarkan edukasi pemutusan rantai penularan kepada setiap pasien yang berobat.

Nur Farida memaparkan lima garis pertahanan yang harus dibangun warga secara mandiri guna membendung laju ISPA.

Pasien terinfeksi diwajibkan disiplin mengenakan masker, baik di luar maupun di dalam rumah, agar droplet (percikan liur) tidak menulari orang sehat.

Mengaktifkan kembali Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Warga dituntut rutin mencuci tangan menggunakan sabun, mempraktikkan etika batuk, serta membuka ventilasi rumah guna melancarkan sirkulasi udara silang.

Memperbanyak asupan air putih guna menjaga kelembapan mukosa serta membantu meluruhkan lendir di saluran pernapasan.

Mengalokasikan waktu istirahat yang memadai agar sistem kekebalan tubuh memiliki kesempatan untuk beregenerasi dan melawan infeksi.

Pasien dianjurkan segera mengonsumsi obat penurun panas sebagai langkah pertolongan pertama di rumah apabila muncul gejala demam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.