Sudah 581 Bencana Terjadi di Pacitan Sejak Awal 2026, Arjosari Paling Banyak
Bencana hidrometeorologi di Pacitan akibat cuaca ekstrem sepanjang awal 2026. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Sudah 581 Bencana Terjadi di Pacitan Sejak Awal 2026, Arjosari Paling Banyak

BPBD Pacitan menyenbut sebaran bencana hampir merata di seluruh kecamatan meski beberapa wilayah tampak jauh lebih rentan

TIMES Pacitan,Rabu 1 April 2026, 11:18 WIB
1.5K
Y
Yusuf Arifai

PACITANTiga bulan pertama 2026 belum benar-benar ramah bagi Kabupaten Pacitan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat total 581 kejadian bencana sejak Januari hingga Maret.

Data itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro, Rabu (1/4/2026). 

"Sebaran hampir merata di seluruh kecamatan meski beberapa wilayah tampak jauh lebih rentan," ujarnya.

Arjosari menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi. Total ada 176 bencana tercatat di kecamatan tersebut. Angin kencang mendominasi dengan 107 kejadian, disusul tanah longsor 45 kejadian.

Di bawahnya, Sudimoro menyusul dengan 125 kejadian. Banjir menjadi penyumbang terbesar di wilayah ini, mencapai 84 kasus. Sementara itu, Kecamatan Pacitan mencatat 55 kejadian, dengan gempa bumi cukup dominan, yakni 28 kali.

"Jika ditarik lebih luas, jenis bencana yang paling sering terjadi sepanjang awal tahun ini adalah angin kencang (166 kejadian) dan tanah longsor (163 kejadian)," bebernya.

Banjir tercatat 90 kejadian, sedangkan gempa bumi mencapai 87 kali. Sisanya berupa pohon tumbang, amblesan tanah, hingga erosi dan kejadian lain dalam jumlah lebih kecil.

Tak hanya frekuensi, dampaknya juga terasa. Ratusan warga terdampak, dengan kerusakan paling banyak terjadi pada rumah. Dari total kerusakan fasilitas, rumah warga mendominasi hingga 447 unit atau sekitar 78 persen.

Kerusakan lain meliputi jalan, jembatan, fasilitas umum, hingga tempat ibadah. Bahkan, lima korban jiwa juga tercatat dalam periode ini.

Jika melihat sebaran dampak, Arjosari kembali menempati posisi teratas. Sebanyak 169 warga terdampak, dengan 154 rumah mengalami kerusakan. 

Disusul Sudimoro dengan 123 warga terdampak dan 107 rumah rusak. Sementara Kecamatan Pacitan mencatat 48 warga terdampak, dengan 41 rumah rusak.

"Penyebabnya cuaca ekstrem hingga menyebabkan bencana hidrometeorologi. Kami imbau warga tetap waspada," imbaunya.

Data ini menjadi pengingat bahwa potensi bencana di Pacitan masih tinggi. Terutama di wilayah-wilayah dengan kontur perbukitan dan daerah rawan cuaca ekstrem. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.