Antrean Pertalite di SPBU Pacitan Mengular, Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Dampak kenaikan harga Pertamax di Pacitan: warga beralih ke Pertalite, SPBU dipadati antrean, pembeli Pertamax menurun, masyarakat mengeluh di tengah kondisi ekonomi sulit.
PACITAN – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 mulai berdampak di Kabupaten Pacitan.
Sejumlah SPBU dipadati pengendara yang beralih ke Pertalite sehingga memicu antrean lebih panjang dari biasanya.
Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sementara harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Pantauan di sejumlah SPBU, Kamis (11/6/2026), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat meningkat, salah satunya di SPBU Arjosari.
Di lokasi tersebut, kendaraan mengantre di jalur pengisian Pertalite. Kondisi itu berbeda dibanding hari-hari biasa yang cenderung lebih lengang.
Wiji Lestari (43), pengendara asal Kecamatan Nawangan, mengaku terkejut dengan kenaikan harga Pertamax dan memilih beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran.

“Sebelumnya saya isi Pertamax terus. Tapi begitu naik seperti ini ya terpaksa pindah Pertalite yang lebih murah. Asal bisa jalan aja buat bekerja. Apalagi kondisi ekonomi sulit begini mas,” kata Wiji, Kamis (11/6/2026).
Petugas SPBU yang enggan disebut namanya mengatakan jumlah pembeli Pertamax menurun setelah kenaikan harga berlaku.
“Untuk Pertalite belum datang. Orang-orang terpaksa pindah Pertamax. Tapi menurun tak seramai biasanya karena harga naik,” ujarnya.
Kenaikan harga Pertamax merupakan bagian dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina Patra Niaga yang berlaku nasional sejak 10 Juni 2026. Pertalite sebagai BBM subsidi tidak mengalami perubahan harga. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.