Fenomena kabut tebal pagi hari membuat jarak pandang pengendar di Pacitan terganggu. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Pacitan Diselimuti Kabut Tebal dengan Jarak Pandang Hanya 150 Meter: BMKG Beberkan Penyebabnya

Uniknya, kabut pekat tersebut tidak hanya melanda daerah pegunungan seperti biasa, tetapi juga merambah hingga kawasan perkotaan Pacitan.

TIMES Pacitan,Selasa 4 Agustus 2026, 09:11 WIB
207
Y
Yusuf Arifai

PACITANKabut tebal menyelimuti wilayah Kabupaten Pacitan sejak Selasa (4/8/2026) pagi. 

Fenomena tak biasa ini membuat jarak pandang berkurang drastis hingga tersisa hanya sekitar 150 meter, disertai penurunan suhu udara yang mencapai 20 derajat Celsius.

Uniknya, kabut pekat tersebut tidak hanya melanda daerah pegunungan seperti biasa, tetapi juga merambah hingga kawasan perkotaan Pacitan

Hingga pukul 08.00 WIB, gumpalan kabut belum menunjukkan perubahan signifikan dan masih menutupi pandangan warga.

Kondisi ini menyulitkan para pengguna jalan yang hendak beraktivitas di pagi hari. 

Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan menyalakan lampu utama untuk menghindari risiko kecelakaan.

"Pandangan terganggu, harus nyalakan lampu kendaraan. Jelas mengganggu, kaca helm jadi basah kena embun dan harus pakai jaket tebal," ujar Herlina Rahmawati, warga Kecamatan Donorojo, ditemui saat hendak berangkat kerja, Selasa (4/8/2026).

Senada dengan Herlina, Walijah, seorang pedagang sayur keliling asal Kecamatan Pacitan, mengaku kaget saat mendapati kabut tebal sudah menyelimuti jalanan sejak sebelum subuh ketika ia hendak berbelanja di Pasar Minulyo.

"Sebelum subuh sudah begitu pekat. Saya juga kaget, tapi semoga ini pertanda baik untuk rezeki hari ini," ungkap Walijah.

Penjelasan BMKG: Bediding dan Kabut Radiasi di Puncak Kemarau

Menanggapi fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani/Juanda pun memberikan penjelasan.

Menurutnya, kabut tebal dan suhu dingin yang terjadi di Pacitan merupakan fenomena alamiah yang lazim terjadi saat puncak musim kemarau (Juli–Agustus), atau yang biasa dikenal masyarakat Jawa sebagai fenomena Bediding.

Prakirawan BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh terbentuknya kabut radiasi (radiational fog):

Pada musim kemarau, tutupan awan di langit sangat minim. Radiasi panas matahari yang diterima bumi pada siang hari dilepaskan kembali secara maksimal ke angkasa pada malam hari tanpa ada perisai awan.

Pelepasan panas secara besar-besaran ini membuat suhu di permukaan bumi turun secara drastis (radiational cooling) hingga mencapai suhu minimum menjelang subuh.

Suhu permukaan yang dingin bertemu dengan uap air bernilai kelembapan relatif (relative humidity) tinggi di dekat permukaan tanah, sehingga memicu proses kondensasi menjadi butiran-butiran air halus yang melayang di udara berupa kabut tebal.

BMKG memprediksi kondisi kabut tebal ini akan perlahan memudar seiring terbitnya matahari dan naiknya suhu udara jelang siang hari.

Pengendara roda dua maupun roda empat diimbau wajib menyalakan lampu utama saat melintasi jalur berkabut.

Mengingat jarak pandang hanya berkisar 150 meter, jarak antar-kendaraan harus dijaga ekstra ketat.

Masyarakat diimbau mengenakan pakaian hangat atau jaket tebal guna mengantisipasi paparan suhu dingin ekstrem di Pacitan agar tidak menurunkan daya tahan tubuh. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.