Terjangan Angin Kencang di Ngadirojo Pacitan Hempaskan Atap Asrama Pesantren Miftahul Huda
Kuatnya sapuan angin seketika menerbangkan lembaran atap asrama berbahan spandek hingga terhempas ke arah selatan kompleks pesantren, serta menumbangkan sejumlah pohon pisang di area sekitar.
PACITAN – Pusaran angin kencang menerjang kawasan Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, pada Rabu (2/9/2026) siang.
Cuaca ekstrem tersebut memporak-porandakan struktur atap asrama santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda yang berlokasi di Dusun Kasab, Desa Wiyoro, namun dipastikan tidak memicu jatuhnya korban jiwa.
Insiden yang memicu kepanikan mendadak ini terjadi tepat pukul 13.00 WIB.
Kuatnya sapuan angin seketika menerbangkan lembaran atap asrama berbahan spandek hingga terhempas ke arah selatan kompleks pesantren, serta menumbangkan sejumlah pohon pisang di area sekitar.
Merespons kerusakan fisik tersebut, pihak pesantren mengambil langkah taktis dengan membongkar sisa struktur kayu penyangga atap.
Kondisi kayu yang sebelumnya telah rapuh termakan usia itu dinilai rentan ambruk dan membahayakan keselamatan para santri usai dihantam cuaca buruk.
Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Huda, Khoirun Nasikin, mengonfirmasi bahwa mitigasi darurat telah dilakukan dan seluruh penghuni asrama berhasil dievakuasi tanpa cedera.
"Alhamdulillah, kerusakan tidak terlalu banyak. Kami tetap bersyukur bahwa kami masih diberi keselamatan di tengah musibah ini," ujar Khoirun.
Insiden kebencanaan di fasilitas pendidikan ini langsung memantik respons dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngadirojo.
Sejumlah jajaran pegawai KUA diterjunkan langsung ke lokasi kejadian untuk meninjau kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada pihak pengasuh pesantren.
Salah seorang perwakilan KUA Ngadirojo Zaky Alwan menyebutkan bahwa intervensi lapangan tersebut merupakan wujud kehadiran Kementerian Agama dalam memitigasi dampak krisis di lembaga keagamaan.
"Kunjungan ini adalah bentuk perhatian kami. Mungkin nilainya tidak seberapa, tapi rasa kebersamaan dan keprihatinan ini kami harapkan dapat meringankan beban pesantren, sekaligus memberi semangat agar mereka terus berjuang demi kemaslahatan umat," paparnya.
Hingga Kamis (3/9/2026) pagi, proses rehabilitasi atap asrama yang rusak masih berlanjut secara swadaya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.