Uji Akurasi Arah Kiblat, Mahasantri Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan Manfaatkan Fenomena Rashdul Qiblat
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas aplikatif untuk mata kuliah Qawaidul Fiqhiyah yang diampu langsung oleh Mudir Ma'had Aly At-Tarmasi, KH Luqman Al Hakim Harits Dimyathi.
PACITAN – Mahasantri semester III Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan, Jawa Timur melakukan verifikasi arah kiblat melalui fenomena astronomis Rashdul Qiblat di Asrama Dipomenggalan, Kamis (16/7/2026) sore.
Pengamatan lapangan tersebut dilakukan tepat pukul 16.27 WIB, mengacu pada instruksi teknis dan koordinat waktu dari Kementerian Agama (Kemenag).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas aplikatif untuk mata kuliah Qawaidul Fiqhiyah yang diampu langsung oleh Mudir Ma'had Aly At-Tarmasi, KH Luqman Al Hakim Harits Dimyathi.
Integrasi Fikih dan Astronomi
Mudir Ma'had Aly At-Tarmasi, KH Luqman Al Hakim Harits Dimyathi, menjelaskan bahwa integrasi antara kajian fikih klasik dan sains modern sangat penting bagi metodologi pembelajaran di pesantren.
"Melalui pengamatan langsung, mahasantri dapat memahami dasar ilmiah penentuan arah kiblat yang menjadi salah satu syarat sah ibadah salat," ujar KH Luqman.
Rashdul Qiblat merupakan fenomena ketika posisi Matahari berada tepat di titik zenit atau di atas Ka'bah, Makkah, Arab Saudi.
Pada momen tersebut, bayangan dari benda yang diletakkan tegak lurus di berbagai belahan dunia akan mengarah lurus berlawanan dengan posisi Ka'bah.
Rashdul Kiblat disebut juga Istiwa A'zam yang mana umat Islam meluruskan arah kiblat secara akurat menggunakan bayangan benda tegak.
Rashdul Kiblat terjadi karena posisi semu (deklinasi) Matahari berada tepat di garis lintang geografis Kota Mekkah, yaitu 21° 25' 21" Lintang Utara.
Fenomena ini menjadi metode verifikasi arah kiblat yang paling presisi dan mudah dipraktikkan.
Melalui praktik ini, para mahasantri tidak hanya dibekali pemahaman teori di dalam kelas, tetapi juga dituntut memiliki keterampilan praktis dalam bidang ilmu falak (astronomi Islam).
Penguasaan teknik verifikasi ini diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi para mahasantri saat terjun dan mengabdi di tengah masyarakat kelak.
Aktivitas penentuan arah kiblat ini berjalan lancar dengan tingkat akurasi tinggi, menunjukkan kesiapan akademisi pesantren dalam mengadopsi metode ilmiah modern. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.