Pakar Maqashid Syariah Ungkap Solusi Cegah Pelecehan Seksual di Pesantren
Gus Nasrul (baju putih) bersama para ustaz senior Pesantren Balekambang Jepara. (FOTO: Gus Nasrul for TIMES Indonesia)

Pakar Maqashid Syariah Ungkap Solusi Cegah Pelecehan Seksual di Pesantren

Pakar Maqashid Syariah, Dr. KH. Nasrulloh Afandi atau Gus Nasrul menilai pencegahan pelecehan di pesantren perlu melalui pengasuhan ketat, seleksi lembaga berbasis sanad keilmuan, serta peran aktif orang tua memilih pesantren.

TIMES Pacitan,Kamis 14 Mei 2026, 18:15 WIB
547
Y
Yusuf Arifai

JEPARAPakar Maqashid Syariah, Dr. KH. Nasrulloh Afandi, Lc., MA, yang akrab disapa Gus Nasrul menilai kasus pelecehan seksual di lingkungan pesantren perlu dicegah melalui pembenahan sistem pengasuhan hingga ketelitian orang tua memilih lembaga pendidikan.

Mudir (Direktur) Ma'had Aly Pesantren Balekambang Jepara itu mengatakan, pola pesantren tempo dulu dinilai lebih ketat dalam menjaga batas antara santri putra dan putri.

“Saya terinspirasi tempo dulu, ada pesantren khusus hanya bagi para santri putra, ada pesantren hanya khusus santri putri. Belakangan saja yang campur, dalam satu pesantren mendidik santri putra-putri, meski asrama berbeda,” tegas Gus Nasrul, yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat itu, Kamis (14/5/2026).

Direktur Institut Maqashid Syariah Indonesia itu menjelaskan, pesantren putra dahulu umumnya diasuh laki-laki. Sedangkan pesantren putri mayoritas pengasuh dan pengajarnya perempuan.

“Pesantren khusus putra pengajarnya laki-laki, sedangkan pesantren putri pengasuh dan pengajarnya mayoritas perempuan,” ujar Ketua Pusat PERGUNU itu.

article

Menurutnya, pola tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan agar relasi di lingkungan pesantren tetap terjaga, tutur Gus Nasrul, alumnus Pesantren Lirboyo Kediri itu.

Selain itu, ia menyoroti perubahan cara masyarakat memilih pesantren. Jika dulu orang tua sangat selektif melihat rekam jejak kiai pengasuh dan sanad keilmuan, kini banyak yang tertarik hanya karena kemewahan fasilitas dan promosi.

“Kalau dulu orang tua mau menitipkan anak di pesantren pasti melihat siapa kiainya, latar belakang pendidikannya, sanad keilmuan kiainya,” tegas Gus Nasrul, yang juga pernah dua tahun belajar di Pesantren Tegalrejo Magelang itu.

Ia menyebut sebagian masyarakat saat ini justru mudah terpengaruh tampilan fisik lembaga pendidikan tanpa menelusuri kredibilitas pengasuhnya.

“Sekarang yang penting ada gedung mewah tertarik, tidak peduli di belakangnya dukun, atau politisi, atau pengusaha, yang bikin sekolah berasrama lalu dinamakan pondok pesantren,” ucap Nasrul, yang juga penulis kitab Raudlatul Mubtadiin fi Ilmi Al-Akhlak Al-Muashiroh itu.

Gus Nasrul juga mengungkapkan, tradisi spiritual orang tua sebelum memasukkan anak ke pesantren mulai ditinggalkan.

“Dulu orang tua, sebelum memasukkan anak ke pesantren, salat istikharah dulu. Selain mengecek siapa kiainya dan sanad keilmuannya, juga minta salat istikharah kepada kiai setempat,” jelas Gus Nasrul, yang juga aktif berceramah di berbagai wilayah Indonesia itu.

Ia menilai kondisi saat ini berbeda karena banyak orang tua memilih pesantren berdasarkan promosi di media sosial.

“Zaman sekarang orang memasukkan anaknya ke pesantren menjadi korban iklan di medsos,” pungkas Gus Nasrul, yang juga alumnus Pesantren Winong Gempol Cirebon itu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.