Tujuh Desa Rawan Longsor di Jalur Pacitan-Ponorogo, Warga Diminta Waspada saat Melintas
Tingginya tebing menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan longsor. Tidak semua titik memungkinkan dibangun penahan tebing permanen karena faktor teknis dan kontur medan yang curam.
PACITAN – Warga yang melintas di jalur provinsi antara Kabupaten Pacitan - Kabupaten Ponorogo diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
Sejumlah titik di kawasan pegunungan rawan terjadi longsor yang sewaktu-waktu dapat menutup akses jalan maupun membahayakan pengguna jalan.
Kepala UPT PJJ (Pengelolaan Jalan dan Jembatan) Pacitan di bawah Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ir.Budi Harisantoso, ST, MT, mengatakan kondisi geografis jalur Pacitan-Ponorogo maupun Pacitan-Purwantoro memang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Karakter jalannya berada di kawasan pegunungan. Sebelah kanan tebing atau bukit, sebelah kiri jurang. Kondisi seperti itu juga terjadi di jalur Pacitan-Purwantoro,” kata Budi, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, tingginya tebing menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan longsor. Tidak semua titik memungkinkan dibangun penahan tebing permanen karena faktor teknis dan kontur medan yang curam.
“Kalau tebingnya terlalu tinggi, secara teknis kami kesulitan membangun benteng permanen,” ujarnya.
Selama ini, kata Budi, upaya yang dilakukan lebih difokuskan pada penanganan cepat ketika longsor terjadi. Petugas rutin membersihkan material longsoran serta menyiapkan alat berat di sejumlah titik rawan agar akses jalan bisa segera dibuka kembali.
“Kami melakukan pembersihan material longsor dan menyiapkan alat berat di wilayah yang sering terjadi longsor. Kami selalu sigap jika ada kejadian kami siapkan alat 2 unit berat Wheel loader di Arjosari dan 1 lainnya Pacitan-Purwantoro,” katanya.
Di jalur Pacitan-Ponorogo, wilayah yang paling sering mengalami longsor berada di Kecamatan Tegalombo.
Sedikitnya terdapat tujuh desa yang masuk kategori rawan, yakni Desa Kebondalem, Gedangan, Ngreco, Kemuning, Tegalombo, Pucangombo, dan Gemaharjo.
Sementara di jalur Pacitan-Purwantoro, titik rawan longsor berada di Desa Temon, Gondang.
Budi menambahkan, penanganan permanen di jalur pegunungan membutuhkan teknologi khusus dan biaya besar. Sebab, sebagian besar titik longsor berada pada tebing dengan ketinggian ekstrem.
“Khusus wilayah Pacitan-Ponorogo memang membutuhkan teknologi karena tebingnya sangat tinggi,” ucapnya.
Pemerintah mengimbau pengendara untuk berhati-hati saat melintas, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan pegunungan.
Pengguna jalan juga diminta mengurangi kecepatan dan waspada terhadap potensi material longsor yang jatuh sewaktu-waktu.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.