DPRD Pacitan Minta Vaksinasi Ternak Dievaluasi Usai 6 Hewan Mati di Pringkuku
Vaksinasi ternak di kabupaten Pacitan baru menyentuh 50 persen. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

DPRD Pacitan Minta Vaksinasi Ternak Dievaluasi Usai 6 Hewan Mati di Pringkuku

Hingga kini, penyebab kematian tiga sapi dan tiga kambing tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

TIMES Pacitan,Kamis 11 Juni 2026, 11:48 WIB
158
Y
Yusuf Arifai

PACITANDPRD Pacitan meminta evaluasi terhadap pelaksanaan program vaksinasi dan kesehatan hewan menyusul kematian enam ternak di Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. 

Hingga kini, penyebab kematian tiga sapi dan tiga kambing tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, mengatakan kejadian itu perlu menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program kesehatan hewan berjalan efektif di lapangan.

“Nah, kalau masih ada kejadian seperti ini, harus tahu lebih detail bagaimana program itu berjalan, bagaimana masyarakat bisa menerima karena kandang bersih dan standar juga diperlukan,” kata Rudi, Kamis (11/6/2026).

Menurut dia, penanganan kesehatan ternak tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat, terutama para peternak.

“Ini membutuhkan kerja sama antara DKPP, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga program kesehatan itu bisa maksimal,” ujarnya.

Rudi mengatakan DPRD juga masih menunggu hasil pemeriksaan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Yogyakarta, untuk mengetahui penyebab pasti kematian ternak tersebut.

“Dan terkait penyebabnya apa, memang masih menunggu BBVet Wates Yogyakarta, kami juga masih menunggu,” katanya.

Ia mengingatkan agar kasus serupa tidak meluas ke wilayah lain di Kabupaten Pacitan. Karena itu, peternak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan hewan ternak.

“Jangan sampai nanti berdampak ke wilayah lain,” ucapnya.

Rudi juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan memperkuat sosialisasi dan langkah antisipasi di lapangan.

“Yang mungkin juga peternak perlu untuk di-warning soal ini dan kesehatan hewan. DKPP harus menggunakan kewenangannya untuk sosialisasi, memberikan informasi, dan tindakan,” tegasnya.

Sebelumnya, DKPP Pacitan menyebut sampel dari ternak yang mati telah dikirim ke BBVet Wates untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, penyebab kematian belum dipastikan dan masih menunggu hasil laboratorium. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.