Warga Desa Mantren Pacitan Dihantam Krisis Air Ekstrem Akibat Pamsimas Belum Maksimal
Distribusi bantuan pasokan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pacitan. (Foto: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Warga Desa Mantren Pacitan Dihantam Krisis Air Ekstrem Akibat Pamsimas Belum Maksimal

Dari total delapan dusun yang ada di Desa Mantren, dampak bencana kekeringan terparah melanda wilayah Dusun Klepu dan Nglarangan.

TIMES Pacitan,Rabu 9 September 2026, 16:18 WIB
377
Y
Yusuf Arifai

PACITANMusim kemarau kembali memicu krisis air bersih di Desa Mantren, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan

Warga kini harus berjuang keras memenuhi kebutuhan harian akibat infrastruktur Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang belum merata.

Dari total delapan dusun yang ada di Desa Mantren, dampak bencana kekeringan terparah melanda wilayah Dusun Klepu dan Nglarangan. 

Titik krisis paling ekstrem saat ini tercatat di Dusun Nglarangan RT 4. 

Di kawasan yang belum tersentuh jaringan air ini, sedikitnya 33 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 120 jiwa mengalami krisis air total.

Keberadaan Pamsimas di desa tersebut belum mampu menjadi solusi menyeluruh. 

"Pamsimas belum bisa maksimal. Kalau di wilayah utara itu air hanya mengalir hari Senin dan Kamis, selain itu digilir," ungkap Kaur Kesra Desa Mantren, Pujianto, Rabu (9/9/2026).

Akses Pamsimas yang ada baru menyentuh sebagian area, seperti wilayah tengah di sekitar balai desa yang berdekatan dengan jalan raya.

Bantuan Perantau Jadi Penyelamat

Lambatnya pasokan memaksa warga mengandalkan uluran tangan pihak luar. 

Empati dari masyarakat perantauan kini menjadi penyelamat sementara bagi warga yang terdampak. 

Komunitas perantau tersebut berinisiatif mengirimkan bantuan berupa dua tangki air bersih yang didistribusikan ke wilayah-wilayah krisis.

Sementara itu, pihak desa saat ini baru pada tahap mengajukan permohonan bantuan dropping air kepada pemerintah melalui BPBD. 

Pengajuan ini dikhususkan bagi daerah-daerah yang sama sekali belum terjangkau oleh jaringan air.

Krisis air di wilayah ini bukanlah fenomena baru, melainkan siklus bencana yang selalu berulang setiap kali musim kemarau tiba. 

Meski diakui bahwa penambahan jaringan Pamsimas terus dilakukan secara bertahap setiap tahun, pemerataannya terbukti masih jauh dari kata maksimal. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, membenarkan adanya lonjakan permintaan suplai air akibat krisis ini. 

Pada Agustus lalu, hanya 28 desa yang meminta bantuan. Kini, angkanya melesat lebih dari dua kali lipat.

"Hingga saat ini, sebanyak 57 desa mengajukan permohonan dropping air. Secara total, kekeringan telah berdampak pada 186 dusun, 393 RT, dengan jumlah korban mencapai 13.195 KK atau 36.120 jiwa," beber Erwin.

Untuk menambal lubang kebutuhan akibat tak maksimalnya infrastruktur air desa, BPBD Pacitan kini harus mengerahkan armada setiap hari. Rata-rata 70 rit air bersih didistribusikan secara berkeliling.

Meski demikian, Erwin menegaskan suplai dropping diatur secara ketat. BPBD melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan tidak salah sasaran. 

"Kami tidak bisa memukul rata intensitas pengiriman. Dasarnya adalah jumlah jiwa dikalikan kebutuhan air dasar," tegasnya.

Ancaman ini diprediksi masih panjang. Merujuk data BMKG, Erwin menyebut musim kemarau di Pacitan akan terus berlangsung hingga November mendatang.

Krisis air yang dipicu ketidaksiapan infrastruktur ini juga mulai merambat ke wilayah perkotaan. 

Kawasan seperti Sidoharjo, Pojok, Pancer, Ploso, hingga Tanjungsari kini dilaporkan mulai mengalami penyusutan debit sumur yang drastis. 

Pemkab Pacitan dituntut segera mengevaluasi keandalan Pamsimas dan PDAM agar krisis serupa tak menjadi siklus tahunan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.