Hanya Ada di Pacitan, Masjid Apung Pancer Dorr Berdiri di Atas Ombak dan Keyakinan
TIMES Pacitan/Masjid Apung Pacitan saat malam hari. (Foto: Jasmin Citra for TIMES Indonesia)

Hanya Ada di Pacitan, Masjid Apung Pancer Dorr Berdiri di Atas Ombak dan Keyakinan

Masjid Apung Pancer Door di Pacitan berdiri di atas laut, lahir dari wasiat spiritual sebagai simbol perlindungan kota, sekaligus ikon wisata religi unik di pesisir selatan Jawa Timur.

TIMES Pacitan,Selasa 3 Maret 2026, 13:53 WIB
75
Y
Yusuf Arifai

PACITANSebuah bangunan ibadah berdiri tak biasa di pesisir selatan Jawa Timur. Di atas hamparan air Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, sebuah masjid tampak terapung mengikuti pasang surut ombak. Warga setempat mengenalnya sebagai Masjid Apung Pancer Dorr.

Masjid ini bukan sekadar tempat salat. Ia lahir dari sebuah wasiat spiritual dan keyakinan kolektif masyarakat. 

Gagasan pembangunannya berawal dari perintah Pengasuh PIP Tremas Arjosari, KH Fuad Chabib Dimyati yang akrab disapa Gus Fuad. 

Pesan itu sederhana, namun sarat makna di mana membangun masjid terapung sebagai simbol ikhtiar melindungi Kota Pacitan dari ancaman bencana.

Pondok Pesantren Tremas sendiri merupakan salah satu pesantren tertua dan berpengaruh di Pacitan. Keberadaan pesantren tersebut tak bisa dilepaskan dari dinamika sosial dan spiritual masyarakat setempat. 

Dari lingkungan inilah gagasan masjid terapung itu kemudian menguat dan diwujudkan.

article
John Vera (56) pengelola Masjid Apung Pancer Dorr Pacitan. (Foto: Jasmin Citra for TIMES Indonesia)

Masjid Apung Pancer Dorr juga dikenal dengan sebutan “Masjid Jogo Jagat” dan “Masjid Jogo Kali”. Istilah itu mencerminkan harapan agar keberadaan masjid menjadi penjaga alam dan lingkungan sekitar. 

Namun, karena konstruksinya yang benar-benar mengapung di atas air, masyarakat lebih familiar menyebutnya sebagai Masjid Apung.

Secara konstruksi, bangunan ini dirancang berbeda dari masjid pada umumnya. Bagian pondasinya menggunakan drum-drum besar yang disusun rapi dan diisi styrofoam cair agar memiliki daya apung kuat. 

Di atasnya, berdiri bangunan berbahan kayu dan material ringan lainnya yang dirancang tahan terhadap terpaan angin laut dan perubahan cuaca ekstrem.

Didirikan pada 2017, masjid ini tidak selalu mulus dalam perjalanannya. Beberapa kali bangunan mengalami kerusakan, terutama saat banjir dan gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir. Bahkan, pernah pula bangunan terbawa arus hingga harus diperbaiki kembali.

Namun semangat untuk mempertahankan masjid ini tak pernah surut.

John Vera (56), pengelola sekaligus penggagas teknis pembangunan masjid menegaskan bahwa konsep terapung dipilih bukan tanpa alasan.

“Kalau masjid yang di atas tanah ya sudah biasa, tapi kalau masjid terapung itu di Jawa Timur baru Pacitan yang punya,” ucap John Vera, Minggu (1/3/2026).

Pernyataan itu bukan sekadar kebanggaan personal, melainkan juga representasi identitas daerah. Masjid ini menjadi ikon unik yang membedakan Pacitan dari wilayah lain di pesisir selatan Jawa.

Tak hanya menjadi daya tarik wisata religi, Masjid Apung Pancer Door tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah. Salat lima waktu digelar rutin. Salat Jumat juga dilaksanakan ketika kondisi memungkinkan. 

Saat Ramadan, jamaah memadati masjid untuk tarawih. Selain itu, kegiatan keagamaan seperti mujahadah dan salawat Jawa kerap digelar di lokasi tersebut.

Keunikan lokasi membuat suasana ibadah terasa berbeda. Angin laut berembus lembut, suara ombak terdengar bersahut-sahutan, dan pemandangan cakrawala terbuka luas. Bagi sebagian jamaah, pengalaman spiritual di tempat ini terasa lebih mendalam.

Namun demikian, pengelola tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Evaluasi konstruksi dilakukan secara berkala agar keamanan jamaah tetap terjamin. Perbaikan demi perbaikan telah dilakukan sejak pertama kali berdiri, sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan bangunan.

Keberadaan Masjid Apung Pancer Dorr juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. 

Pengunjung yang datang biasanya memanfaatkan momentum untuk menikmati wisata Pantai Pancer Dorr. Aktivitas ini turut menggerakkan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan pesisir.

Di tengah ancaman abrasi dan dinamika alam selatan Jawa yang dikenal ganas, Masjid Apung berdiri sebagai simbol keteguhan. Ia bukan hanya struktur kayu di atas drum dan styrofoam, tetapi juga representasi doa yang mengapung di atas laut.

Masjid ini menjadi penanda bahwa ruang ibadah tak selalu harus berpijak di tanah. Di Pacitan, rumah Tuhan itu justru berdiri di atas air, mengajarkan keteguhan di tengah gelombang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.