Nasib SPPG Kebondalem Pacitan Pasca Hasil Lab Keluar Belum Jelas
SPPG Dapur Sejahtera Kebondalem Pacitan pasca ditutup sementara. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Nasib SPPG Kebondalem Pacitan Pasca Hasil Lab Keluar Belum Jelas

SPPG Kebondalem Pacitan masih ditutup usai temuan bakteri pada makanan. Dinkes ajukan perbaikan ke BGN, nasib operasional menunggu keputusan lanjutan.

TIMES Pacitan,Senin 20 April 2026, 14:18 WIB
272
Y
Yusuf Arifai

PACITANMeski hasil uji laboratorium sampel makanan telah keluar sejak 17 April 2026, status operasional SPPG Kebondalem, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, apakah layanan tersebut dihentikan permanen atau kembali beroperasi belum ada kejelasan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan justru mengajukan rekomendasi perbaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tindak lanjut temuan tersebut.

“Masih ditutup sementara. Kami sudah mengajukan rekomendasi perbaikan ke BGN. Nanti tergantung BGN kapan bisa dibuka kembali,” ujar Kepala Dinkes Pacitan, Daru Mustikoaji, Senin (20/4/2026).

Menurut Daru, laporan hasil pemeriksaan telah disampaikan melalui satuan tugas (satgas) untuk diteruskan ke BGN.

“Sudah kami laporkan ke satgas untuk dilanjutkan ke BGN,” imbuhnya.

Dari hasil uji laboratorium, ditemukan adanya kontaminasi bakteri pada sejumlah sampel makanan yang diproduksi SPPG Kebondalem. 

Pemeriksaan dilakukan selama lima hari di laboratorium di Surabaya dan Yogyakarta terhadap sampel yang diambil pada 8 hingga 10 April 2026.

article
Kepala Dinkes Pacitan, Daru Mustikoaji. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

“Berdasarkan hasil laboratorium, sampel makanan yang diambil pada rentang 8 sampai 10 April ditemukan mengandung bakteri. Termasuk juga air yang diuji di Labkesda Pacitan,” jelas Daru.

Ia menyebut, beberapa menu yang sempat dikonsumsi siswa terindikasi terkontaminasi, di antaranya sayur sawi dan edamame.

“Yang terdeteksi mengandung bakteri antara lain sawi dan edamame,” katanya.
Akibatnya, para siswa mengalami berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, diare, hingga pusing.

“Bisa dipastikan, makanan yang terkontaminasi tersebut menjadi penyebab munculnya gejala pada siswa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Sejahtera Kebondalem, Sugeng Priyatmoko, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.

“Saya pribadi memohon maaf atas kejadian yang menimpa siswa,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menyatakan kesiapan bertanggung jawab apabila terbukti makanan yang diproduksi pihaknya menjadi penyebab kejadian tersebut.

“Jika terbukti berasal dari makanan yang kami produksi, tentu ada prosedur dari BGN. Pada prinsipnya, siswa yang terdampak, termasuk biaya pengobatan, akan ditanggung,” ucapnya.

Sebelumnya, dari total 158 siswa terdampak, sebanyak 28 siswa sempat menjalani perawatan medis. Seluruhnya kini telah dinyatakan sembuh.

Untuk sementara, operasional SPPG Kebondalem masih dihentikan sambil menunggu hasil evaluasi dan keputusan lebih lanjut dari BGN. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.