Sebagian Warga Pacitan Mulai Mengeluhkan Sulit Mendapatkan Elpiji Melon
Warga Pacitan kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg bersubsidi dua hari terakhir di tengah tingginya kebutuhan Ramadan, stok di banyak toko kosong, pemkab belum beri penjelasan.
PACITAN – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” mulai dikeluhkan warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dalam dua hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya konsumsi selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Nurjanah, warga Kecamatan Tulakan, mengatakan dirinya harus berkeliling mencari gas elpiji, namun tidak berhasil mendapatkannya. Kondisi ini sudah ia rasakan sejak dua hari terakhir.
“Sudah dua hari ini saya mau cari gas LPG sudah susah,” kata Nurjanah saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Kelangkaan tersebut tidak hanya terjadi di wilayah pedesaan. Sejumlah warga di kawasan pusat kota Pacitan juga mengeluhkan hal yang sama. Gas elpiji 3 kilogram yang biasanya tersedia di toko-toko pengecer kini sulit ditemukan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya sepuluh toko yang biasanya menjual gas elpiji bersubsidi terlihat hanya menyisakan tumpukan tabung kosong. Tidak ada tabung berisi yang siap dijual kepada masyarakat.
Kondisi itu membuat warga harus mencari ke beberapa tempat untuk mendapatkan gas. Namun, upaya tersebut sering kali berakhir sia-sia karena stok yang tersedia telah habis.
Keluhan serupa disampaikan Nur Cahyono, warga Pacitan lainnya. Ia mengaku sudah mendatangi beberapa toko yang biasa menjadi pangkalan atau tempat penjualan gas elpiji, tetapi tidak satu pun yang memiliki stok.
“Iya, tadi saya cari-cari ke toko yang biasanya menjadi pangkalan gas LPG, kosong semuanya,” ujar Nur Cahyono.
Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini menjadi perhatian warga karena kebutuhan gas meningkat selama Ramadan. Banyak keluarga yang membutuhkan gas untuk memasak sahur maupun berbuka puasa setiap hari.
Sebagian warga bahkan khawatir kondisi ini akan berlangsung lebih lama jika pasokan tidak segera kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disdagnaker) Kabupaten Pacitan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram tersebut.
"Masih rapat" kata, Kepala Disdagnaker Pacitan Acep Suherman saat dikonfirmasi TIMES Indonesia.
Belum diketahui apakah kelangkaan dipicu oleh keterlambatan distribusi, lonjakan permintaan selama Ramadan, atau faktor lain di tingkat distribusi.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

