Tangkal Kejahatan Siber Berbasis AI, Polres Pacitan Latih Pelajar MAN Deteksi Rekayasa Konten
Suasana pelatihan tangkal hoax berbasis AI yang diikuti siswa MAN Pacitan. (Foto: Badarudin for TIMES Indonesia)

Tangkal Kejahatan Siber Berbasis AI, Polres Pacitan Latih Pelajar MAN Deteksi Rekayasa Konten

Polres Pacitan membekali 66 pelajar MAN Pacitan dengan Senopathy Academy untuk mendeteksi hoaks dan konten AI. Program ini ditargetkan menjangkau 20 ribu pelajar.

TIMES Pacitan,Senin 7 September 2026, 14:07 WIB
207
Y
Yusuf Arifai

PACITANPolres Pacitan mulai mengintervensi ancaman manipulasi informasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan pelajar. 

Menggandeng Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan, polisi membekali puluhan siswa dengan platform pelacak hoaks digital bernama Senopathy Academy pada Rabu (2/9/2026).

Sebanyak 66 siswa dan siswi MAN Pacitan mengikuti pemusatan literasi digital yang berlangsung selama empat jam tersebut. 

Dalam forum ini, kepolisian secara gamblang membedah potensi penyalahgunaan AI untuk kejahatan siber, sekaligus memberikan simulasi teknis penangkalannya.

Aipda Rofik Nur Effendi, salah satu pemateri dari Polres Pacitan, menjelaskan bahwa Senopathy Academy merupakan platform situs web edukasi yang dibekali instrumen pelacakan forensik digital sederhana.

"Nantinya, siswa di dalam dashboard Senopathy Academy dilengkapi dengan beberapa tools untuk pelacakan berita-berita hoaks, kemudian mengecek apakah sebuah video itu buatan AI atau bukan," ujar Rofik.

Program yang lahir dari hasil kolaborasi antara Polri dan kementerian terkait ini dirancang bukan sekadar untuk mencetak pengguna teknologi pasif. 

Rofik menegaskan, target utamanya adalah merekrut pelajar sebagai agen literasi digital yang mampu melindungi ekosistem informasi di akar rumput.

"Penggunaannya untuk menjadikan siswa sebagai agen kita di lingkungan terdekat mereka, mulai dari keluarga hingga lingkungan yang lebih luas, seperti RT, RW, dan dusun. Intinya, ini untuk melawan hoaks dan kejahatan siber lainnya yang menggunakan AI," paparnya.

Secara makro, Polres Pacitan mematok proyeksi ekspansi yang masif. Program Senopathy Academy ditargetkan segera menjangkau sedikitnya 20 ribu pelajar di seluruh penjuru kabupaten. 

Angka tersebut merupakan akumulasi dari 16.110 siswa di bawah naungan Kementerian Pendidikan serta sekitar 5.000 hingga 6.000 siswa madrasah kelolaan Kementerian Agama. 

Ekspansi ini nantinya akan mendapuk para guru sebagai fasilitator utama di masing-masing sekolah.

Keandalan platform ini juga diakui oleh Aipda Rizhal Adarriyanto yang turut memandu jalannya sosialisasi. 

Di tengah maraknya peredaran konten deepfake dan rekayasa visual, instrumen verifikasi menjadi perisai paling rasional bagi masyarakat.

"Kalau menurut saya, fitur yang paling menarik adalah pengecekan data hoaks dan pengecekan apakah konten itu asli atau bukan," kata Rizhal.

Melalui injeksi literasi dini ini, generasi muda Pacitan diharapkan menjadi ujung tombak dalam memutus rantai distribusi hoaks di media sosial. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.